10 Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak Agar Ia Siap Menghadapi Apapun

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak

Bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak? Mengajarkan anak-anak Anda menjadi anak yang tangguh adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Akan lebih baik jika kita semua bisa membesarkan anak-anak dengan percaya diri, keberanian dan kasih sayang. Tentu, sebagian besar anak-anak tidak harus berjibaku untuk melatih dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka.

Tetapi semua anak menghadapi beberapa pukulan keras, dan penting untuk melengkapi mereka dengan kepercayaan diri yang cukup untuk tidak hanya bertahan hidup. Tak cukup, mereka juga mesti tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berani.

Baca juga: Pengertian Konseling Menurut Para Ahli.

Karena saat ini adalah masa yang sulit untuk menjadi anak-anak. Tingkat stres anak dan remaja sudah melonjak. Dikutip dari kompas.com, tahun 2012 rata-rata 200 laporan diterima Komnas PA setiap bulannya atau meningkat 98 persen dari tahun sebelumnya.

Psikolog dan direktur Personal Growth Dra Ratih Ibrahim, MM, menyebutkan anak usia 2-15 yang mengalami stres tersebut, 40 persennya adalah balita dan 60 persennya anak usia sekolah.

Pemicu utama stres pada anak, 89,2 persen berasal dari minimnya komunikasi dengan orang tua. Belum lagi aktivitas yang padat, dapat mengakibatkan hilangnya waktu bermain anak.

Tekanan bagi anak-anak untuk mencapai prestasi akademis selalu tinggi. Itulah sebabnya memperkuat harga diri anak Anda sangat penting.

Kepercayaan diri datang dari rasa kompetensi. Anak yang percaya diri membutuhkan persepsi positif dan realistis tentang kemampuannya.

Ini muncul dari pencapaian, besar dan kecil. Kata-kata Anda yang membesarkan hatinya dapat membantu mengembangkan kepercayaan diri pada anak, terutama ketika Anda merujuk pada upaya atau kemampuan spesifik anak Anda.

Berikut adalah 10 tips atau cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, Anda bisa melakukannya sendiri mulai saat ini:

Cintai anak Anda sepenuh hati

Ini terlihat jelas, tetapi mungkin hal terpenting yang dapat Anda berikan kepada anak Anda. Bahkan jika Anda melakukannya dengan tidak sempurna, selalu membagikan banyak cinta pada mereka.

Anak Anda perlu merasa diterima dan dicintai, dimulai dari keluarga dan meluas ke kelompok lain seperti teman, teman sekolah, tim olahraga, dan komunitas.

Baca Juga:  15 Tips Bagi Ibu yang Bekerja Berlebihan agar Merasa Lebih Baik

Jika Anda berteriak atau mengabaikan atau membuat kesalahan dalam mengasuh anak lainnya, beri pelukan pada anak Anda dan katakan padanya bahwa Anda menyesal dan Anda mencintainya.

Cinta tanpa syarat membangun fondasi yang kuat untuk kepercayaan diri anak.

 

Berikan pujian yang realistis pada Anak

Penting untuk memberikan pujian dan umpan balik positif kepada anak Anda karena anak-anak, terutama anak-anak muda, untuk mengukur nilai dan prestasi mereka dengan apa yang Anda pikirkan.

Tetapi bersikaplah realistis dalam pujian Anda.

Jika seorang anak gagal pada sesuatu atau tidak menunjukkan bakat pada keterampilan tertentu, pujilah usahanya, tetapi jangan secara realistis memuji hasilnya.

Yakinkan anak Anda bahwa tidak apa-apa untuk bisa melakukan semuanya dengan sempurna.

Katakan padanya bahwa beberapa hal perlu upaya dan latihan berulang-ulang dan kadang tidak apa-apa untuk melanjutkan setelah Anda melakukan upaya terbaik Anda.

Baca juga: Cara meningkatkan rasa percaya diri di lingkungan kerja.

 

Bantu anak Anda menetapkan tujuan yang realistis

Ketika anak Anda mulai bermain sepak bola, tidak apa-apa baginya untuk berpikir bahwa dia akhirnya akan berada di tim Olimpiade.

Tetapi jika dia gagal masuk tim universitas di sekolah menengah dan masih berpikir dia adalah pemain sekaliber Olimpiade, maka dia harus fokus pada tujuan yang lebih realistis.

Bimbing anak Anda untuk menetapkan tujuan yang masuk akal untuk membantu menghindari perasaan gagal.

Jika tujuannya adalah peregangan, bahas beberapa langkah jangka pendek yang dapat dicapai di sepanjang jalan.

 

Model cinta diri dan self talk positif

Anda harus mencintai diri sendiri sebelum dapat mengajar anak Anda untuk mencintai dirinya sendiri.

Anda bisa meniru perilaku ini dengan memberi penghargaan dan memuji diri sendiri ketika Anda melakukannya dengan baik.

Misalnya Anda ikut lomba maraton, mendapatkan promosi di tempat kerja atau mengadakan pesta makan malam yang sukses, rayakan keberhasilan Anda bersama anak-anak Anda.

Bicara tentang keterampilan dan bakat serta upaya yang diperlukan bagi Anda untuk mencapai prestasi itu.

Dalam percakapan yang sama, Anda dapat mengingatkan anak Anda tentang keterampilan yang ia miliki dan bagaimana keterampilan itu dapat dikembangkan dan digunakan.

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak

Ajarkan Anak Ketekunan dan Ketangguhan

Tidak ada yang berhasil dalam segala hal sepanjang waktu. Akan ada kemunduran dan kegagalan, kritik dan rasa sakit.

Gunakan rintangan-rintangan ini sebagai pengalaman belajar, dan bukan memikirkan kejadian-kejadian sebagai kegagalan atau kekecewaan.

Baca Juga:  Pengertian Percaya Diri dan Apa Saja Manfaat Yang Bisa Didapatkan

Ikuti pepatah berikut, “Coba, coba, coba lagi,” memiliki prestasi, terutama dalam mengajar anak-anak untuk tidak menyerah.

Tetapi, juga penting untuk memvalidasi perasaan anak Anda daripada mengatakan, “Oh, bersoraklah saja,” atau, “kamu seharusnya tidak merasa sangat buruk.”

Ini membantu anak-anak belajar memercayai perasaan mereka dan merasa nyaman membagikannya.

Anak-anak akan belajar bahwa kemunduran adalah bagian normal dari kehidupan dan dapat dikelola. Jika anak Anda mengerjakan tes dengan buruk, jangan kasihan padanya atau katakan padanya bahwa ia tidak akan pernah menjadi pembaca yang baik.

Akan lebih baik bila membicarakan langkah apa yang bisa dia ambil untuk melakukan yang lebih baik di waktu berikutnya. Ketika dia berhasil, dia akan bangga dengan prestasinya.

 

Tanamkan kemerdekaan dan petualangan pada Anak

Anak-anak yang percaya diri mau mencoba hal-hal baru tanpa takut gagal. Dengan anak-anak yang lebih kecil, Anda perlu mengawasi dari sela-sela.

Tetapkan situasi di mana dia dapat melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri dan memastikan situasinya aman tetapi kemudian berikan ruang padanya.

Misalnya, tunjukkan cara membuat sandwich dan kemudian biarkan dia mencobanya sendiri, tanpa Anda melayang atau campur tangan.

Dorong penjelajahan, baik itu perjalanan ke taman baru atau makanan baru saat makan.

Perjalanan sehari dan jalan-jalan, hobi baru, liburan, dan perjalanan dengan teman satu tim atau teman sekolah semuanya dapat memperluas wawasan anak Anda dan membangun kepercayaan pada kemampuannya untuk menangani situasi baru.

 

Dorong Anak untuk ikut olahraga atau kegiatan fisik lainnya

Tidak lagi menjadi domain tunggal bagi anak laki-laki, olahraga juga baik untuk anak perempuan dan bagi anak laki-laki sangat berguna dalam membangun kepercayaan diri.

Mereka belajar bahwa mereka dapat berlatih, meningkatkan dan mencapai tujuan.

Manfaat lain: mereka belajar mengenali kekuatan mereka, menerima atau memperkuat kelemahan mereka, menangani kekalahan, memperluas lingkaran teman-teman mereka dan belajar kerja tim.

Bonus lain yang meningkatkan kepercayaan diri: mereka tetap bugar dan belajar untuk menghargai tubuh mereka.

Cobalah untuk menemukan aktivitas fisik yang dia sukai, baik itu tarian, seni bela diri, bersepeda atau hiking.

 

Dukung pengejaran semangat mereka

Semua orang unggul dalam satu atau beberapa hal, dan itu bagus ketika anak Anda menemukan sesuatu.

Sebagai orang tua, hormati dan dorong minat anak Anda bahkan jika itu tidak menarik minat Anda.

Pujilah anak Anda ketika mereka mencapai sesuatu dalam kegiatan awal mereka. Jika bakat putra Anda bermain gitar dalam sebuah band, dukung minatnya, selama itu tidak mengganggu tanggung jawab seperti tugas sekolah.

Baca Juga:  7 Indra Pengembangan Diri yang Mutlak Diperlukan

Ini bukan berarti Anda memberikan kebebasan gratis kepada anak remaja Anda untuk keluar sepanjang malam atau merokok di garasi Anda.

Baca juga: 19 Cara menyemangati diri sendiri.

Lanjutkan membaca tips berikutnya, karena ini ada kaitannya.

 

Tetapkan aturan dan konsisten pada Anak

Anak-anak lebih percaya diri ketika mereka tahu siapa yang bertanggung jawab dan apa yang diharapkan.

Bahkan jika anak Anda menganggap aturan Anda terlalu ketat, ia akan memiliki keyakinan pada apa yang dapat dan tidak bisa ia lakukan ketika Anda menetapkan aturan dan menegakkannya secara konsisten.

Setiap rumah tangga akan memiliki aturan yang berbeda, dan mereka akan berubah seiring waktu berdasarkan usia anak Anda.

Apa pun peraturan rumah tangga Anda, jelaskan apa yang penting dalam keluarga Anda. Belajar dan mengikuti aturan memberi anak rasa aman dan percaya diri.

Seiring bertambahnya usia pada anak, mereka mungkin memiliki lebih banyak masukan tentang peraturan dan tanggung jawab. Tetapi, penting untuk diingat bahwa Anda adalah orang tua bukan teman terbaik.

Suatu hari ketika anak Anda merasakan tekanan teman dari sebayanya, ia mungkin memiliki dasar dan kepercayaan diri untuk mengatakan pada temannya: “Tidak, saya tidak bisa melakukan itu.”

Baca juga: 11 Cara mengurangi sifat over protektif pada anak.

 

Keterampilan dalam membina hubungan

Keyakinan dalam hubungan adalah kunci untuk kepercayaan diri anak Anda. Hubungan awal yang paling penting adalah hubungan orangtua-anak yang penuh kasih.

Tetapi ketika lingkaran sosial anak Anda meluas, Anda akan membantunya melihat bagaimana tindakannya memengaruhi orang lain dan membantunya belajar mempertahankan inti kepercayaan diri ketika tindakan orang lain memengaruhinya.

Sebagai orang tua, itu bukan peran Anda untuk “memperbaiki” setiap situasi, tetapi untuk mengajarkan anak Anda kasih sayang, kebaikan, ketegasan diri dan kepercayaan diri untuk mengatasi pasang surut sebuah hubungan.

Baca juga: 12 Keterampilan menjadi orang tua yang baik.

 

Kesimpulan

Tips ini tidak bisa bekerja secara instan, cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak memang membutuhkan proses. Hasil yang Anda peroleh ditentukan seberapa besar keyakikan dan usaha yang anda lakukan. Kuncinya adalah tingkatkan kualitas komunikasi dengan anak.

Tentu saja isi dari artikel ini tidak bisa menggantikan pendapat ahli atau ahli psikologi (konselor). Jadi jika Anda mengalami kendala ada baiknya berkonsultasi pada orang yang tepat seperti psikolog atau konselor.

 

Bacaan:

https://lifestyle.kompas.com/read/2012/03/20/1927597/mengapa.anak.usia.2-15.mengalami.stres

https://www.workingmother.com/content/10-tips-helping-your-child-build-self-confidence

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.