11 Cara Mengurangi Sifat Over Protektif Terhadap Anak

Halo pembaca yang berbagia, senang sekali bisa kembali menjumpai Anda dalam sebuah rublik parenting atau lebih spesifik tentang bagaimana cara menghilangkan sifat over protektif terhadap anak. Kedepan blog bejanakehidupan.com akan secara berkala memposting artikel tentang parenting.

Mengapa memposting tentang parenting?

Sejujurnya ini hanya sebagai sharing pengalaman pribadi kepada pembaca. Barangkali saja ada pelajaran yang bisa diambil dari tulisan singkat ini, untuk itu markiba (mari kita baca).

Dahulu, ada begitu banyak hal yang tidak boleh kita lakukan sehingga kita merasa kehilangan waktu bermain. Semuanya tak boleh, mulai dari bermain bola kaki hingga pergi menjelajah, karena berpotensi membahayakan dengan berbagai cara.

Pada usia yang sangat dini, kita kemudian berjanji bahwa jika kita memiliki anak, maka kita akan menemukan cara untuk menghindari agar tidak orang tua yang terlalu protektif.

Bagaimana hati kita tidak sedih memikirkan anak kita hanya menatap ke luar jendela menyaksikan anak-anak lain bersenang-senang. Kita tentu akan berbeda dari orang tua kita dulu, dan kita tentu akan membiarkan anak-anak bersenang-senang.

Tetapi ketika kita mulai memiliki anak, ternyata memberi mereka kebebasan dan menentukan pilihan sendiri tidak semudah yang kita bayangkan. Itu dimulai sejak mereka dilahirkan hingga beranjak remaja.

Menjaga mereka agar selalu aman dan membantu mereka memecahkan masalah sepertinya hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk mereka. Baca juga: Cara menghilangkan trauma pada anak dengan langkah tepat.

Dan membiarkan mereka melakukan hal-hal yang sulit mereka lakukan sendiri, tidak peduli berapa banyak waktu yang mereka perlukan. Tetapi jauh di lubuk hati yang paling dalam, kita tahu bahwa kita sudah membayangkannya terlalu jauh.

Kita selalu berusaha untuk menyimpannya dalam dalam, hingga pada pada akhirnya akan lebih berbahaya dari mengekang mereka.

Mungkin kita bisa menemukan titik manis di mana Anda merasa anak-anak Anda aman, namun Anda tidak terlalu protektif. Sayangnya hal ini membutuhkan terlalu banyak percobaan dan kegagalan. Tetapi yang penting adalah Anda terus berusaha.

Untuk menghindari satu jebakan dalam hal parenting yang over protektif, coba gunakan 11 cara menghilangkan sifat over protektif berikut dan mempraktekannya kepada anak-anak Anda sehingga dapat membantu mereka menjadi mandiri.

1.Memahami Perbedaan Antara Risiko Dan Berisiko

Kebanyakan orang tua dengan kecenderungan overprotektif memiliki niat terbaik: untuk menjaga anak mereka agar selalu aman. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa kita perlu memahami perbedaan antara risiko dan berisiko.

Contoh kecil adalah mengendarai sepeda. Setiap kali anak Anda mengendarai sepeda, ia berisiko jatuh dan terluka. Itulah risiko. Tetapi berkendara di malam hari tanpa lampu dan helm berisiko.

Mengajari anak-anak untuk menghilangkan perilaku berisiko membantu menjaga mereka tetap aman. Cara ini akan lebih baik daripada tidak membiarkan mereka berpartisipasi sama sekali.

2.Mempraktekkan Keselamatan

Jika Anda khawatir anak Anda akan membuat keputusan yang menghalangi keselamatan mereka, cobalah mempraktikkan keterampilan keselamatan dengan anak Anda sebelum membiarkan mereka mencoba berbagai hal sendiri.

Mempelajari cara menggunakan peralatan bermain dengan benar dan mengendarai sepeda dengan aman, akan memberi anak Anda alat yang mereka butuhkan untuk menikmati tugas-tugas ini secara mandiri.

3.Tarik napas dalam-dalam

Biasanya, orang tua yang lebih gugup daripada anak-anak mereka. Cobalah latihan pernapasan sederhana untuk menenangkan saraf Anda dan fokuskan pikiran Anda sehingga Anda dapat mendukung anak Anda dalam mengambil tindakan tanpa risiko dari kepanikan.

4.Berikan Anak Kecakapan Hidup

Sekuat apa pun Anda mengekangnya, dengan memberikan kecakapan hidup, Anda memberi anak Anda pelajaran berharga untuk membantu mereka dalam kehidupan.

Menurut Psychology Today, membiarkan anak-anak memiliki kemandirian mengajarkan mereka kompetensi. Hal ini juga akan menunjukkan kepada mereka bahwa mereka mampu membuat sesuatu terjadi tanpa bantuan ibu atau ayah.

5.Biarkan Mereka mencari Kesenangan

Orang tua yang terlalu protektif membiasakan diri mengendalikan lingkungan anak mereka sampai ke titik penghalang. Tetapi seperti yang ditunjukkan Orangtua Hari ini, anak-anak harus dibuat untuk menemukan kesenangan mereka sendiri.

Suruhlah mereka bermain ke luar dan biarkan mereka membuat game dan aktivitas dengan imajinasi mereka sendiri. Baca juga: Tips Mendisiplinkan Anak Bermain gadget Secara Berlebihan.

6.Berhentilah Terobsesi

Jika indikator kekhawatiran Anda berjalan sepanjang waktu, kecemasan konstan tidak membantu anak Anda atau bahkan Anda. Bukannya menyelesaikan masalah, hal ini biasanya malah menambah situasi semakin runyam.

Lepaskan pikiran negatif tentang masa depan anak Anda dan sebaiknya jangan mencari bukti untuk mendukung ketakutan Anda. Hal ini akan membantu orang tua yang terlalu protektif tetap pada jalur yang sehat.

7.Jujurlah Tentang Ketakutan Anda

Tak masalah memberi tahu anak-anak Anda mengapa Anda begitu khawatir mereka terluka, atau mengalami sesuatu yang buruk pada mereka.

Seperti yang ditunjukkan oleh Orangtua kita dulu, ketika melihat anak-anak kesulitan, orang tua akan membantu mereka. Percaya atau tidak, semua orang memiliki rasa takut untuk dihadapi dalam kehidupan.

8.Kenalkan Bahaya Sejak Dini

Ilmuwan komputer Gever Tulley menganjurkan orang tua untuk membiarkan anak-anak menggunakan pisau saku dan menyalakan api. Namun masih dalam tahap wajar dan perlu pengawasan.

Apa landasan untuk argumennya?

Ternyata ketika belajar mengendalikan hal-hal ini, menggunakan dengan cara yang tepat dan aman, anak-anak akan belajar dan diberdayakan dengan cara yang bermakna.

Baca: 10 Cara menghilangkan rasa takut pada anak agar tidak trauma.

9.Ajarkan Anak Pemecahan Masalah

Sama seperti meninjau langkah-langkah keselamatan, mengajarkan keterampilan memecahkan masalah kepada anak-anak dapat mendorong mereka untuk mandiri.

Seperti yang ditunjukkan Psychology Today, anak-anak tidak selananya bisa mengandalkan orang tua untuk menyelesaikan masalah mereka. Mengajarkan mereka tentang cara menyelesaikan konflik dan mengatasi masalah, dapat membantu membangun ketahanan yang akan membuat mereka tetap dewasa.

10.Hindari Tekanan Sesama Orang Tua

Jika Anda mencoba untuk melanggar cara protektif Anda yang berlebihan, hindari menghabiskan waktu dengan orang tua lain yang terlalu protektif.

Menyaksikan mereka mengikuti kemana anak mereka bergerak setiap menit, dapat membuat Anda kembali kepada cara lama Anda. Karenanya, jangan merasa tertekan apalagi terobsesi dengan orang tua lain yang over protektif.

11.Pilih Lingkungan Pergaulan yang Tepat

Seperti halnya Anda ingin menghindari orang tua over protektif, Anda juga ingin menemukan teman yang merupakan contoh yang baik untuk membiarkan anak-anak mereka memiliki lebih banyak kebebasan.

Sering-seringlah berada diantara para ibu atau orang tua yang memungkinkan anak mandiri. Kemandirian akan memperkuat apa yang Anda ketahui bahwa itu benar dan dapat membantu Anda mendapatkan dukungan dalam keputusan Anda.

Nah sobat, itulah tadi ulasan singkat tentang cara menghilangkan sifat over protektif terhadap anak, karena kita selaku orang tua memiliki peranan besar dalam tumbuh kembang anak. Mudah-mudahan apa yang Anda baca, dapat menambah wawasan Anda tentang parenting, akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.