Inilah 3 Pelajaran Penting Saat Herdian Nugraha Berhasil Membobol Server Bukalapak, Tokopedia dan Sribu

Startup
teknologi memang tak luput dari bug (celah keamanan), bahkan perusahaan raksasa
dunia sekelas facebook, google,instagram maupun twitter pun tak luput dari
celah keamanan.
Setiap
celah atau bug yang ditemukan dan dilaporkan oleh seorang hacker kepada pihak
terkait (Perusahaan) tentu wajib diganjar hadiah, jika perlu direkrut sebagai
karyawan. Karena memang keahlian mereka dibutuhkan untuk mencari celah yang
nantinya mungkin bakal ditemukan lagi di bagian lain.
Baru-baru
ini kabar yang dilansir dari Kompas,
3 startup lokal Buka Lapak, Tokopedia dan Sribu berhasil ditemukan celah
keamanannya oleh Hardian Nugraha. Ia berhasil menemukan titik/celah kemudian
mendokumentasikan dalam situs blog pribadinya.
Namun
Saya tidak akan bicara tentang cara Herdian ngehack ketiga startup lokal
tersebut, karena Anda bisa membaca di blog pribadinya, tuh linknya diatas. Saya
hanya akan bicara tentang kebesaran hati para CEO startup tersebut, karena
menurut saya sangat menarik untuk kita telisik.
Artikel
lain: Bagaimana
Cara Mengubah Kegalauan Jadi Kekuatan?
Setidaknya
ada 3 pelajaran yang bisa kita cermati, untuk itu siapkan dulu cemilan di meja dekat
Anda duduk sekarang.
3 Pelajaran Penting Saat Herdian Nugraha Berhasil Membobol Server Bukalapak, Tokopedia dan Sribu

 

Pelajaran #1. Tak Ada Teknologi yang
Lebih Canggih Selain Otak Manusia

Sebaik
apapun sistem keamanan yang dibuat dalam sebuah aplikasi, pasti ada celah. Bahkan
raksasa teknologi dunia seperti google atau facebook pun tak luput dari
kebocoran.
Orang
yang memiliki kemampuan untuk menemukan celah (bug) biasanya sering disebut
hacker. Mereka yang berhasil menemukan celah keamanan dan melaporkannya pda
pihak perusahaan biasanya malah di rekrut.
Bahkan,
menurut penerawangan saya sendiri, celah ini sengaja di buat sekecil-kecilnya
oleh di programer. Sehingga jika ada yang berhasil menemukan dan melaporkannya,
mereka dianggap orang yang cukup hebat.
Misalnya
gini, saya seorang pembicara handal, kemudian sesekali saya lakukan kesalahan
mengucapkan kata yang tujuannya agar ngetes audiens. Jika ada yang melakukan
intrupsi dan mencoba mengeoreksi maka itulah orang yang cukup teliti dan
mungkin memperhatikan dengan seksama alur pembicaraan.
Sekali
lagi, tak ada yang sempurna di dunia ini, tak ada pula teknologi yang lebih
canggih dari otak manusia, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan semata. Otak manusia
emang paling canggih namun semuanya tak luput dari kelemahan, jadi jangan
pernah menyombongkan diri.

Pelajaran #2. Kebesaran Hati

Penemuan
celah (bug) dalam sebuah aplikasi/website kemudian dilaporkan, ibaratkan penyampaian
sebuah kritik. Sayangnya jika mengkritik seseorang (untuk menunjukan
kelemahannya) tak banyak yang mau menerima dengan besar hati.
Alih
alih menerima kritikan, terkadang kita justru menentang orang yang mengkritik. Padahal
kritik itu mencoba menemukan celah yang nantinya bisa ditutupi agar lebih aman.
Jika perlu, orang yang mengkritik harus kita apresiasi dan ucapkan terima
kasih.
Baca
juga: Tujuan
yang Membangun Saat Menyampaikan Kritik.
Apalagi
seorang pemimpin (dimanapun), tentu harus berbesar hati dan hati terbuka dalam menerima
kritik. Sekalipun disampaikan dengan cara-cara yang tidak wajar, kritik pedas
ibarat pil pahit atau suplemen yang begitu menyehatkan.
Seperti
yang dilakukan oleh ketiga startup (BL, Toped dan Sribu), pihak perusahaan bahkan
mengganjar hadiah jutaan rupiah plus merekrutnya sebagai karyawan.

Pelajaran #3. Menyatukan
Perbedaan

Di
dunia ini, Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Perhatikan saja
hal berikut: Orang Baik – Orang Jahat, Besar – Kecil, Atasan –Bawahan, Menang –
Kalah, Kekuatan – Kelemahan, Celah – Penutup, Indah – Jelek, Tinggi – Rendah, sukses
– gagal dan masih banyak lagi.
Hal
ini hendak menunjukan kepada kita bahwa dunia ini begitu indah dengan adanya
keberagaman. Yang menyatukan adalah perbedaan, jadi jangan anggap perbedaan itu
sebagai pemecah, melainkan sebagai pemersatu.
Kembali
ke laptop, hacker yang berhasil menemukan celah keamanan memang bukan sedang
unjuk kebolehan, apalagi berniat jahat. Mereka itu ibaratkan sedang mengkritik,
jika yang dikritik mawas diri hendaknya menutup celah tadi. Ingatlah bahwa ada
celah pasti ada penambalnya, ada masalah pasti ada solusi.

 

Itulah
3 pelajaran penting yang kita bisa rengkuh dari kejadian diatas, meskipun si
Herdian yang melakukan, tapi ini juga pelajaran bagi kita semua. Kita juga bisa
melakukan hacking pada diri kita masing-masing agar lebih maju dan berkembang,
yang penting kita mau menutup celah keamanan tersebut.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.