Jelaskan Definisi Psikologi Menurut Para Ahli, Sejarah dan Hubungan dengan Kehidupan

definisi psikologi menurut para ahli

Jelaskan definisi psikologi menurut para ahli? Mengapa para ahli memiliki pendapat berbeda tentang definisi psikologi dan bagaimana seharusnya? Untuk menjawab kedua pertanyaan diatas, mari kita simak bersama pembahasan berikut, simak terus.

Tidak sedikit definisi yang bisa kita peroleh ketika melakukan browsing ataupun membaca buku tentang psikologi.

Tetapi, apakah kita sudah mendapat jawaban yang pas tentang psikologi?

Bisa ya, bisa juga belum!

Meskipun ada puluhan definisi psikologi menurut para ahli yang sudah kita baca, namun sekali lagi cakupan psikologi ini amat luas jika dijabarkan satu per satu.

Psikologi telah didefinisikan dengan berbagai cara. Beberapa orang mendefinisikan psikologi sebagai seni. Ahli lain juga telah mendefinisikan psikologi sebagai ilmu.

Banyak buku  mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pikiran dan perilaku. Psikologi melibatkan studi tentang sifat dan atau perilaku manusia. Pendapat berbeda datang dari sudut pandang berbeda.

Dikutip dari laman psychologydiscussion.net, Istilah ‘psikologi’, secara harfiah berarti ilmu jiwa. (Psyche — soul; logos = science).

Dahulu, psikologi adalah bagian dari metafisika, dan berurusan dengan sifat, asal, dan nasib jiwa. Itu disebut psikologi rasional. Tetapi psikologi modern bersifat empiris, dan tidak berurusan dengan masalah yang berkaitan dengan jiwa.

Bagi kami, psikologi merupakan sebuah seni yang mempelajari tentang perilaku atau sifat manusia yang terbentuk dari kebiasaan. Terdapat pula bagian dari penyelesaian perilaku yang menyimpang dari yang sesungguhnya, itu juga sering didefinisikan sebagai psikologi.

Artikel terkait: Pengertian Masalah Sosial Menurut Para Ahli.

Singkatnya psikologi merupakan studi yang berhubungan erat dengan perilaku seseorang.

definisi psikologi menurut para ahli

Definisi Psikologi Menurut Para Ahli

Sejumlah ahli mendefinsikan psikologi dari berbagai sudut pandang, tidak sedikit juga psikolog mendefinisikan sebagai seni.

Eric Pettifor

Eric Pettifor di GIGANTOPITHECUS mendefinisikan psikologi sebagai “seni yang menampilkan dirinya sebagai ilmu”. Eric paling tertarik pada bidang psikologi kepribadian. Halaman web-nya menyediakan berbagai tautan psikis ke situs-situs yang mencakup bidang psikologi humanistik, pengajaran psikologi klinis, kesadaran, dan Asosiasi Psikologi Kanada.

D. Hamm Ph.D.

D. Hamm Ph.D., yang menulis dan mengelola situs untuk Northern Michigan University, mendefinisikan psikologi sebagai “studi ilmiah tentang perilaku manusia dan hewan”. Hamm menyatakan bahwa “ada banyak bidang psikologi, masing-masing berusaha menjelaskan perilaku dari perspektif yang sedikit berbeda”. Dia memberikan diskusi singkat tentang apa yang berkaitan dengan psikolog di berbagai bidang.

Tom Bolling

Tom Bolling di University of Washington di Seattle, Washington mendefinisikan psikologi sebagai ilmu deskripsi dan aplikasi yang digunakan untuk “interpretasi, prediksi, pengembangan, dan peningkatan perilaku manusia” dan bahwa psikologi pada awalnya merupakan cabang filsafat.

Valencia Community College di Orlando, Florida

Para siswa psikologi umum di Valencia Community College di Orlando, Florida memberikan sejumlah definisi psikologi dalam presentasi unik mereka tentang “Definisi Psikologi” yang telah mereka kumpulkan dari beberapa sumber.

Burrton Woodruff

Burrton Woodruff di Butler University di Indianapolis, Indiana mengembangkan Sumber Daya Pengajaran HTML (WH3) yang disebut “Definisi Psikologi” di mana ia memberikan banyak definisi psikologi.

Castleton State College di Castleton, Vermont

Castleton State College di Castleton, Vermont memberikan definisi luas tentang psikologi, mendaftar keterampilan yang dapat diperoleh siswa dengan belajar psikologi, dan memberikan contoh kemungkinan karier bagi lulusan psikologi.

Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990)

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.

Dakir (1993)

Psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.

Muhibbin Syah (2001)

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Dr. Singgih Dirgagunasa

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

Plato dan Aritoteles

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.

Jhon Broadus Watson

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku lahiriah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan.

Wilhem Wundt

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada diri manusia, seperti perasaan panca indra, pikiran, feeling, dan kehendak.

Woodworth dan Marquis

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas individu sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam hubungannya dengan alam sekitar.

Knight and Knight

Psychology may be defined as the systematic study of ekperience and behavior human and animal, normal and abnormal, individual and social. (Psikologi adalah ilmu yang  mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau social.

Hilgert

Psychology may be defined as the science that studies behavior of men and other animals.( Psikologi adalah  mempelajari tingkah laku manusia dan hewan lainnya.

Ruch

Pychologyis sometimes defined as the study of man, but this definition is too board. The truth is that psychology is partly biological science and partly a social science, overlapping these two major areas and relating them each other.

Mussen dan Rosenzwieg

Pada masa lampau psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang  “mind” (pikiran) atau the study of mind, tapi dalam perkembangannya, kata mind berubah menjadi “behavior” (tingkah laku), sehingga psikologi  didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.

Clifford T. Morgan

Psychology is the science of human and animal behavior. Artinya, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dan hewan.

Munn dan Fernald

Psychology is defined  as the science of human behavior, itsinvestigations are not limited to human beings and they sometimes extend beyond observable behavior.

Moskowitz dan Orgel

Psychology is  an empirical science based on objective observation and experimental investigation, its focus is on behavior, its purpose is to provide on understanding  of the mechanisms of human activity and adaptation so that man might improve himself. Artinya,  psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan empirik yang berdasarkan atas observasi dan penelitian eksperimental, pokok persoalannya adalah tentang tingkah laku manusia.

Rene Descartes

Psikologi adalah Ilmu pengetahuan mengenai gejala pemikiran atau gejala kesadaran manusia, terlepas dari badannya.

Jhon Locke

Psikologi adalah semua pengetahuan, tanggapan, dan perasaan jiwa manusia diperoleh karena pengalaman melalui alat-alat indranya.

Richard Mayer (1981)

Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.

Crow & Crow

Pschycology is the study of human behavior and human relationship. (Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.

Bruno (1987)

Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “roh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Garden Murphy

Psikologi adalah Ilmu yang mempelajari respon yang diberikan oleh mahluk hidup terhadap lingkungannya.

George Berkeley

Psikologi adalah ilmu tentang penginderaan (persepsi)

Sartain

Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia).

Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology

Dalam Dictionary of Psychology mendefinisikan psikologi sebagai “ …the science of humen and animal behavior, the study of the organism in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment”. (Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai prilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam kerumitannya ketika bereaksi arus dan perubahan alam sekitar dan peristiwa-peristiwa kemasyarakan yang mengubah lingkungan)

Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981)

Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa.

Kenneth Clark dan George Millter

Psikologi biasanya didefinisikan sebagai studi ilmiah mengenai perilaku. Lingkungan mencakup berbagai proses perilaku yang dapat diamati, seperti gerak tangan; cara berbicara dan perubahan kejiwaan dan proses yang hanya dapat diartikan sebagai pikiran dan mimpi.

Norman Munn

Psikologi secara umum didefinisikan sebagai “ilmu mengenai perilaku”, tetapi hal yang menarik pengertian “perilaku” yang telah mengalami perkembangan sehingga sekarang ikut menangani hal yang pada masa lampau disebut pengalaman. Hal-hal pribadi seperti proses-proses (subjektif) seperti berpikir, sekarang berhubungan dengan “perilaku dalam”.

Arthur Gates

Dipandang secara luas, psikologi mencoba menemukan peraturan umum yang menerangkan perilaku organisme hidup. Bidang ini mencoba menunjukkan, menerangkan, dan menggolongkan berbagai macam kegiatan yang sanggup dilakukan oleh binatang, manusia, atau lainnya.

Kurt Koffka

Sebagai definisi psikologi sementara ini, kita boleh mengatakan bahwa pokok masalahnya adalah studi ilmiah mengenai perilaku makhluk hidup dalam hubungan mereka dengan dunia luar.

Woodworth dan Marwuis

Psikologi sebagai  ilmu yang mempelajari aktivitas individu mulai dari individu dalam masa kandungan hingga meninggal juga hubungan individu dengan alam sekitarnya.

Gardner Murphy

Psikologi  adalah sebagai ilmu yang mempelajari respon yang diberikan makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Carl Gustav Jung

Pernah menyelidiki arti kata psikologi dan ia menemukan arti psikologi sebagai ilmu mengenai sesuatu yang bernyawa.

James

Mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari mental yang berupa fenomena-fenomenanya dan berbagai kondisi yang dapat mempengaruhi.

Clifford T Morgan

Mendefinisikan psikologi sebagai  ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan hewan.

Poerbakawatha dan Harahap

Psikologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa.

Fakta tentang Psikologi

Terdapat beberapa fakta mengenai psikologi, dan tentu saja ini perlu untuk Anda ketehui. Berikut penjelasannya.

  1. Psikologi adalah studi tentang perilaku dan pikiran.
  2. Ada berbagai jenis psikologi, seperti psikologi kognitif, forensik, sosial, dan perkembangan.
  3. Seseorang dengan kondisi yang mempengaruhi kesehatan mental mereka dapat mengambil manfaat dari penilaian dan perawatan dengan seorang psikolog.
  4. Seorang psikolog dapat menawarkan perawatan yang berfokus pada adaptasi perilaku.
  5. Seorang psikiater adalah seorang dokter medis yang lebih cenderung berfokus pada manajemen medis masalah kesehatan mental.

Baca juga: Pengertian Kecerdasan Emosional Menurut Para Ahli.

Sejarah Psikologi

Dalam konteks filosofis, psikologi sekitar ribuan tahun yang lalu di Yunani kuno, Mesir, India, Persia, dan Cina.

Pada 387 SM, Plato menyarankan bahwa otak adalah tempat proses mental berlangsung, dan pada 335 SM Aristoteles menyarankan bahwa itu adalah jantung.

Avicenna, dokter Muslim terkenal, lahir pada 980 M, mempelajari dan mengobati epilepsi, mimpi buruk, dan daya ingat yang buruk. Rumah sakit pertama yang merawat kondisi kejiwaan dikatakan telah didirikan oleh dokter Islam di abad pertengahan.

Pada 1774, Franz Mesmer mengusulkan bahwa hipnosis, atau “mesmerisme,” dapat membantu menyembuhkan beberapa jenis penyakit mental.

Pada 1793, Philippe Pinel melepaskan pasien pertama dengan masalah kesehatan mental dari kurungan dalam suatu langkah yang menandakan langkah ke arah perawatan yang lebih manusiawi.

Pada 1879, Wilhelm Wundt, Jerman, mendirikan psikologi sebagai bidang studi eksperimental independen. Dia mendirikan laboratorium pertama yang melakukan penelitian psikologis secara eksklusif di Universitas Leipzig. Wundt dikenal hari ini sebagai bapak psikologi.

Pada 1890, seorang filsuf Amerika, William James, menerbitkan buku berjudul Principles of Psychology. Itu dibahas oleh psikolog di seluruh dunia selama beberapa dekade. Pada tahun yang sama, Negara Bagian New York mengeluarkan Undang-Undang Perawatan Negara, di mana orang-orang dengan masalah kesehatan mental harus meninggalkan rumah-rumah miskin dan memasuki rumah sakit untuk perawatan.

Pada tahun 1890, American Psychological Association (APA) didirikan, di bawah kepemimpinan G. Stanley Hall.

Hermann Abbingaus, yang hidup dari tahun 1850 1909, dan bekerja di Universitas Berlin, adalah psikolog pertama yang mempelajari ingatan secara luas.

Ivan Pavlov, yang hidup dari tahun 1849 hingga 1936, melakukan percobaan terkenal yang menunjukkan bahwa anjing mengeluarkan air liur ketika mereka mengharapkan makanan, memperkenalkan konsep “pengkondisian.”

Sigmund Freud dari Austria, yang hidup dari tahun 1856 hingga 1939, memperkenalkan bidang psikoanalisis, sejenis psikoterapi. Dia menggunakan metode interpretatif, introspeksi, dan pengamatan klinis untuk mendapatkan pemahaman tentang pikiran.

Sigmund Freud fokus pada penyelesaian konflik bawah sadar, tekanan mental, dan psikopatologi. Freud berpendapat bahwa ketidaksadaran bertanggung jawab atas sebagian besar pikiran dan perilaku orang, dan untuk masalah kesehatan mental.

B Titchener, seorang Amerika, sangat percaya pada strukturalisme, yang berfokus pada pertanyaan: “Apa itu kesadaran?”

William James dan John Dewey adalah orang yang sangat percaya pada fungsionalisme, yang membahas “Untuk apa kesadaran?”

Perdebatan antara fungsionalis dan strukturalis menyebabkan pertumbuhan cepat dalam minat dalam psikologi di Amerika Serikat dan di tempat lain, dan pendirian laboratorium psikologi pertama di AS, di Universitas Johns Hopkins.

Behaviorisme (perilaku)

Pada tahun 1913 seorang psikolog Amerika, John B. Watson, mendirikan sebuah gerakan baru yang mengubah fokus psikologi.

Perilaku, menurutnya, bukanlah hasil dari proses mental internal, tetapi hasil dari bagaimana kita merespons lingkungan.

Behaviorisme berfokus pada bagaimana orang mempelajari perilaku baru dari lingkungan.

Humanisme

Kaum humanis memandang behaviorisme dan teori psikoanalitik sebagai terlalu tidak manusiawi.

Alih-alih menjadi korban lingkungan atau tidak sadar, mereka mengusulkan bahwa manusia pada dasarnya baik dan proses mental kita memainkan peran aktif dalam perilaku kita.

Gerakan humanis memberi nilai tinggi pada emosi, kehendak bebas, dan pandangan subjektif tentang pengalaman.

Teori kognitif

Diperkenalkan pada tahun 1970-an, ini dipandang sebagai aliran pemikiran psikologi terbaru.

Ahli teori kognitif percaya bahwa kita mengambil informasi dari lingkungan kita melalui indera kita dan kemudian memproses data secara mental dengan mengorganisasikannya, memanipulasinya, mengingatnya, dan menghubungkannya dengan informasi yang sudah kita simpan.

Teori kognitif diterapkan pada bahasa, memori, pembelajaran, sistem persepsi, gangguan mental, dan mimpi.

Artikel lain: 15 Contoh Perilaku Kecerdasan Emosional.

Ekeperimen Pertama psikologi

Wilhelm Wundt (duduk) dengan rekan-rekannya di laboratorium psikologisnya, yang pertama dari jenisnya.

Gustav Fechner mulai melakukan penelitian psikofisika di Leipzig pada tahun 1830-an, mengartikulasikan prinsip (hukum Weber-Fechner) bahwa persepsi manusia tentang suatu stimulus bervariasi secara logaritmik sesuai dengan intensitasnya.

Fechner’s 1860 Elements of Psychophysics menantang sikap Kant terhadap studi kuantitatif pikiran.

Di Heidelberg, Hermann von Helmholtz melakukan penelitian paralel tentang persepsi sensorik, dan fisiolog terlatih Wilhelm Wundt.

Wundt, pada gilirannya, datang ke Universitas Leipzig, membangun laboratorium psikologis yang membawa psikologi eksperimental ke dunia.

Wundt fokus pada memecah proses mental menjadi komponen paling dasar, sebagian dimotivasi oleh analogi dengan kemajuan terbaru dalam kimia, dan penyelidikan yang sukses dari elemen dan struktur bahan.

Paul Flechsig dan Emil Kraepelin segera menciptakan laboratorium psikologi lain yang berpengaruh di Leipzig, yang ini lebih berfokus pada psikiatri eksperimental.

Psikolog di Jerman, Denmark, Austria, Inggris, dan Amerika Serikat segera mengikuti Wundt dalam mendirikan laboratorium.

Stanley Hall yang belajar dengan Wundt, membentuk laboratorium psikologi di Universitas Johns Hopkins di Maryland, yang menjadi berpengaruh secara internasional.

Hall, pada gilirannya, melatih Yujiro Motora, yang membawa psikologi eksperimental, yang menekankan psikofisika, ke Universitas Imperial Tokyo.

Asisten Wundt, Hugo Münsterberg, mengajar psikologi di Harvard kepada siswa seperti Narendra Nath Sen Gupta — yang, pada 1905, mendirikan departemen psikologi dan laboratorium di Universitas Calcutta.

Siswa Wundt, Walter Dill Scott, Lightner Witmer, dan James McKeen Cattell bekerja pada pengembangan tes untuk kemampuan mental.

Catell, yang juga belajar dengan eugenicist Francis Galton, kemudian mendirikan Psychological Corporation. Wittmer fokus pada tes mental anak-anak; Scott, tentang pemilihan karyawan.

Siswa lain dari Wundt, Edward Titchener, menciptakan program psikologi di Universitas Cornell dan mengajukan doktrin psikologi “strukturalis”. Strukturalisme berusaha menganalisis dan mengklasifikasikan berbagai aspek pikiran, terutama melalui metode introspeksi.

William James, John Dewey dan Harvey Carr mengembangkan doktrin yang lebih luas yang disebut fungsionalisme, lebih selaras dengan tindakan manusia-lingkungan.

Pada tahun 1890, James menulis sebuah buku yang berpengaruh, The Principles of Psychology, yang meluas ke ranah strukturalisme, dengan mudah menggambarkan “aliran kesadaran” manusia, dan menarik banyak siswa Amerika dalam disiplin yang muncul.

Dewey mengintegrasikan psikologi dengan masalah sosial, terutama dengan mempromosikan pendidikan progresif untuk mengasimilasi imigran dan menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak.

Jenis eksperimentalisme yang berbeda, dengan lebih banyak koneksi ke fisiologi, muncul di Amerika Selatan, di bawah kepemimpinan Horacio G. Piñero di Universitas Buenos Aires.

Rusia juga lebih menekankan pada dasar biologis psikologi, dimulai dengan esai Ivan Sechenov 1873, “Siapa yang Mengembangkan Psikologi dan Bagaimana?” Sechenov mengajukan gagasan refleks otak dan secara agresif mempromosikan sudut pandang deterministik tentang perilaku manusia.

Wolfgang Kohler, Max Wertheimer dan Kurt Koffka ikut mendirikan sekolah psikologi Gestalt (jangan dikacaukan dengan terapi Gestalt Fritz Perls).

Pendekatan ini didasarkan pada gagasan bahwa individu mengalami hal-hal sebagai keutuhan terpadu.

Daripada memecah pikiran dan perilaku menjadi elemen-elemen yang lebih kecil, seperti dalam strukturalisme, kaum Gestalt menyatakan bahwa seluruh pengalaman itu penting, dan berbeda dari jumlah bagian-bagiannya.

Kontributor abad ke-19 lainnya untuk bidang psikologi termasuk psikolog Jerman Hermann Ebbinghaus, seorang pelopor dalam studi eksperimental ingatan, yang mengembangkan model kuantitatif pembelajaran dan melupakan di Universitas Berlin.

Fisiolog Rusia-Soviet Ivan Pavlov, yang menemukan proses pembelajaran pada anjing yang kemudian disebut “pengkondisian klasik” dan diterapkan pada manusia.

Kesimpulan

Secara garis besar, psikologi merupakan dtudi ilmiah yang secara khusus mempelajari perilaku manusia. Perilaku manusia terbentuk dari kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus.

Dalam perkembangannya, psikologi terbagi menjadi 3 golongan yaitu Behavior (perilaku), humanism dan teori kognitif.

Berbagai penelitian tentang psikologi telah dilakukan. Pusing juga jika kita ingin membahasnya disini, mungkin butuh waktu sekitar hingga 8 semester untuk mengulik lebih dalam tentang psikologi.

Karena kita tidak sedang kuliah psikologi, jadi cukup kulit luarnya aja yang kita ketahui. Baiklah, saya rasa cukup pembahasan kita, semoga bermanfaat ya, paling tidak untuk menambah wawasan pembaca.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.