Pengertian Pengangguran: Sejarah, Jenis, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi Pengangguran

Pengertian Pengangguran

Jelaskan pengertian pengangguran menurut pendapat Anda? Pengangguran terjadi ketika seseorang yang secara aktif mencari pekerjaan tidak dapat memperoleh pekerjaan. Pengangguran sering dijadikan ukuran kesehatan ekonomi.

Ukuran pengangguran yang paling sering adalah tingkat pengangguran, yaitu jumlah penganggur dibagi jumlah angkatan kerja.

Masalah pengangguran merupakan salah satu masalah makro ekonomi yang menjadi penghambat pembangunan daerah karena akan menimbulkan masalah-masalah sosial lainya (Yehosua,dkk, 2019).

Pengangguran merupakan masalah makro ekonomi yang selalu terjadi dan sangat sulit ditekan tak terkecuali bagi negara maju sekalipun.

Pengangguran juga merupakan indikator ekonomi utama karena ini menandakan kemampuan (atau ketidakmampuan) pekerja untuk segera mendapatkan pekerjaan yang menguntungkan untuk berkontribusi pada output produktif ekonomi.

Lebih banyak pekerja yang menganggur berarti lebih sedikit produksi ekonomi total yang akan terjadi daripada yang seharusnya terjadi.

Dan tidak seperti modal menganggur, pekerja yang menganggur masih perlu mempertahankan setidaknya konsumsi subsisten selama masa pengangguran mereka.

Artinya, ekonomi dengan pengangguran tinggi memiliki output yang lebih rendah tanpa penurunan proporsional dalam kebutuhan konsumsi dasar. Pengangguran yang tinggi dan terus-menerus dapat menandakan tekanan serius dalam ekonomi dan bahkan menyebabkan pergolakan sosial dan politik.

Baca juga: Pengertian Tenaga Kerja.

Demikain sebaliknya, tingkat pengangguran yang rendah memberikan sinyal bahwa perekonomian kemungkinan besar akan berproduksi mendekati kapasitas penuhnya, memaksimalkan output, dan mendorong pertumbuhan upah dan meningkatkan standar hidup seiring waktu.

Namun, pengangguran yang sangat rendah juga bisa menjadi tanda peringatan dari ekonomi yang terlalu panas, tekanan inflasi, dan kondisi ketat untuk bisnis yang membutuhkan pekerja tambahan.

Meskipun definisi pengangguran jelas, para ekonom membagi pengangguran ke dalam banyak kategori berbeda. Dua kategori pengangguran yang paling luas adalah pengangguran sukarela dan non-sukarela.

Ketika pengangguran bersifat sukarela, itu berarti seseorang telah meninggalkan pekerjaannya dengan sukarela untuk mencari pekerjaan lain. Jika tidak disengaja, itu berarti seseorang telah dipecat atau diberhentikan dan sekarang harus mencari pekerjaan lain.

Pandemi virus corona yang menyerang dunia pada tahun 2020, misalnya, menyebabkan tingkat pengangguran paksa yang sangat besar.

 

Pengertian Pengangguran Menurut Para Ahli

Berdasarkan uraian diatas kita telah memiliki gambaran bahwa pengangguran merupakan masalah bagi sebuah negara sekaligus masyarakat. Nah, sejenak kita akan melihat sejumpah pendapat ahli tentang pengangguran, simak terus

Yanuar

Menurut Yanuar (2009) pengangguran adalah keadaan di mana angkatan kerja yang ingin memperoleh pekerjaan tapi belum mendapatkannya.

Sadono Sukirno

Definisi pengangguran menurut Sadono Sukirno Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalamangkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya

Payman J. Simanjuntak

Definisi pengangguran menurut Payman J. Simanjuntak Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yangtidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggusebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.

Istilah Umum dari Pusat Latihan Tenaga Kerja

Definisi pengangguran berdasarkan istilah umum dari pusat dan latihan tenagakerja Pengangguran adalah orang yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan yangmenghasilkan uang meskipun dapat dan mampu melakukan kerja.

Baca Juga:  Pengertian, Tujuan dan Manfaat Rendah Hati

Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Definisi pengangguran menurut Menakertrans Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan,mempersiapkan suatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasatidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

 

Sejarah Pengangguran

Pemerintah AS telah melacak pengangguran sejak 1950-an, tetapi tingkat tertinggi hingga saat ini terjadi pada tahun 1933, selama Depresi Hebat, ketika pengangguran naik menjadi 24,9% .

Tingkat pengangguran antara 1931 dan 1940 tetap di atas 14%, tetapi kemudian turun turun ke satu digit dan tetap di sana sampai tahun 1982, ketika naik di atas 10%.

Selama Resesi Hebat, pengangguran naik lagi menjadi 10% di tahun 2009.2 Masih harus dilihat apa efek pandemi virus corona 2020 terhadap pengangguran.

Pada bulan Maret, Federal Reserve Bank of St. Louis memproyeksikan bahwa kehilangan pekerjaan dapat mendorong tingkat pengangguran menjadi 32,1% lebih dari tujuh poin lebih tinggi dari puncak yang dicapai selama Depresi Besar.

 

Jenis Pengangguran

Jika kita menelusuri lebih dalam, jenis pengangguran dibagi menjadi 2 golongan yaitu pengangguran berdasarkan penyebab dan berdasarkan lama waktu bekerja. Mari kira bahas satu per satu.

Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya, pengangguran terbagi menjadi 4 jenis yaitu:

1.Pengangguran friksional

Pengangguran friksional terjadi sebagai akibat dari orang yang secara sukarela berganti pekerjaan dalam suatu perekonomian. Setelah seseorang keluar dari perusahaan, tentu butuh waktu untuk mencari pekerjaan lain.

Demikian pula, lulusan yang baru saja memasuki dunia kerja menambah pengangguran friksional. Biasanya, jenis pengangguran ini berumur pendek. Ini juga yang paling tidak bermasalah dari sudut pandang ekonomi.

Pengangguran friksional adalah akibat alami dari fakta bahwa proses pasar membutuhkan waktu dan informasi bisa mahal. Mencari pekerjaan baru, merekrut pekerja baru, dan mencocokkan pekerja yang tepat dengan pekerjaan yang tepat semuanya membutuhkan waktu dan tenaga, yang mengakibatkan pengangguran friksional.

2.Pengangguran siklis

Pengangguran siklis adalah variasi jumlah pekerja yang menganggur selama kenaikan dan penurunan ekonomi, seperti yang terkait dengan perubahan harga minyak.

Pengangguran meningkat selama periode resesi dan menurun selama periode pertumbuhan ekonomi.

Mencegah dan mengurangi pengangguran siklis selama resesi adalah salah satu alasan utama untuk studi ekonomi dan tujuan dari berbagai alat kebijakan yang digunakan pemerintah pada sisi negatif dari siklus bisnis untuk merangsang ekonomi.

3.Pengangguran struktural

Pengangguran struktural muncul melalui perubahan teknologi dalam struktur ekonomi tempat pasar tenaga kerja beroperasi.

Perubahan teknologi seperti penggantian transportasi yang ditarik kuda dengan mobil atau otomatisasi manufaktur menyebabkan pengangguran di antara pekerja yang dipindahkan dari pekerjaan yang tidak lagi dibutuhkan.

Melatih kembali para pekerja ini bisa jadi sulit, mahal, dan memakan waktu, dan para pekerja yang dipindahkan seringkali berakhir dengan menganggur untuk waktu yang lama atau meninggalkan angkatan kerja sama sekali.

4.Pengangguran institusional

Pengangguran institusional adalah pengangguran yang diakibatkan oleh faktor institusional jangka panjang atau permanen dan insentif dalam perekonomian.

Kebijakan pemerintah, seperti dasar upah minimum yang tinggi, program tunjangan sosial yang murah hati, dan undang-undang perizinan pekerjaan yang ketat; fenomena pasar tenaga kerja, seperti upah efisiensi dan perekrutan yang diskriminatif; dan institusi pasar tenaga kerja, seperti tingginya tingkat serikat pekerja, semuanya dapat berkontribusi pada pengangguran institusional.

Jenis Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja

Berdasarkan lama waktu kerja, pengangguran dibagi menjadi 4 jenis yakni:

1.Pengangguran Terbuka

Pengangguran terbuka adalah suatu kondisi seseorang yang tidak bekerja sama sekali dan sedang berusaha mencari pekerjaan. Pengangguran terbuka disebabkan oleh peluang kerja yang tidak tersedia atau tidak adanya kesesuaian antara lowongan kerja dengan latar belakang pendidikan.

2.Tidak Penuh Waktu / Setengah Pengangguran

Jenis pengangguran ini ditujukan pada seseorang yang memiliki pekerjaan tetapi jam kerjanya sedikit atau tidak sesuai dengan standar 7-8 per hari sehingga penghasilannya terkadang tidak mencukupi.

Baca Juga:  Mengenal Arti, Jenis, Unsur Dan Manfaat Komunikasi

3.Pengangguran Terselubung

Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran di antara orang-orang yang memiliki pekerjaan tetapi produktivitasnya rendah. Entah karena ketidakcocokan latar belakang pendidikan dengan pek Royal atau lainnya. Jenis pengangguran ini menyebabkan produktivitas kerja rendah.

4.Pengangguran Musiman

Pengangguran musiman adalah penganggur yang tidak bisa bekerja saat musim berganti, misalnya orang yang bekerja sebagai petani padi akan bekerja pada saat musim panen setelah itu mereka menganggur menunggu musim berikutnya. Begitu juga misalnya dengan nelayan.

 

Faktor Penyebab (Pemicu) Pengangguran

Tentu saja, pengangguran disebabkan oleh banyak hal diantaranya kemajuan teknologi, ketidakseimbangan jumlah pekerja dan lapangan kerja, keterampilan, PHK akibat krisis ekonomi hingga selera tenaga kerja yang tinggi [sumber]. Selengkapnya, mari kita bahas:

1.Jumlah pekerja dan jumlah Lapangan kerja tidak seimbang

Saat ini sudah banyak sarjana berpengalaman bahkan lulusan magister, namun karena minimnya lowongan yang tersedia, hal inilah yang menyebabkan banyaknya pengangguran di Indonesia. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia saat ini besar.

2.Kemajuan teknologi

Saat ini banyak pabrik yang hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja karena sebagian besar posisinya sudah diisi oleh robot. Selain lebih murah, penggunaan robot juga mempercepat pekerjaan.

3.Keterampilan dan pengalaman pelamar tidak sesuai dengan kriteria

Tentunya setiap perusahaan memiliki kriterianya dalam mempekerjakan karyawan, namun tentunya akan ada persaingan dalam hal ini. Semakin tinggi keterampilan seseorang dalam suatu posisi, semakin mudah penerimaannya.

Beda dengan yang baru bekerja, biasanya mereka akan sulit diterima karena perusahaan membutuhkan kriteria yang sesuai dengan posisi yang mereka butuhkan.

Baca juga: Pengertian Kinerja.

4.Kurangnya pendidikan

Semakin tinggi gelar dan pangkat seseorang maka akan semakin mudah untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga jika ada seseorang dengan tingkat pendidikan yang rendah biasanya akan menjadi pekerja, apalagi jika orang tersebut tidak memiliki jiwa wirausaha.

5.Tingkat Kemiskinan yang Semakin Tinggi

Orang yang tumbuh di lingkungan dan keluarga miskin umumnya akan menjadi orang yang juga kurang beruntung. Hal ini karena sebagian besar penduduk yang lebih pendek di Indonesia tidak dapat memperoleh pendidikan yang baik, sehingga banyak dari mereka yang menganggur.

6.Akibat PHK

Umumnya perusahaan melakukan PHK untuk menstabilkan sistem kerja. Pemutusan hubungan kerja mungkin yang paling ditakuti oleh pegawai swasta, karena jika kontrak kerja habis atau ada pengurangan pegawai yaitu PHK maka pegawai swasta yang semula bekerja di perusahaan akan kebingungan mencari pekerjaan di tempat lain. tempat.

7.Tinggal jauh

Kota yang terbelakang atau terbelakang biasanya menjadi sarang pengangguran. Ada banyak alasan mengapa mereka menganggur, dimulai dari tempat tinggal yang jauh dari rumah, karena mereka kurang mampu dan tidak dapat mencoba peruntungan, dll.

8.Persaingan pasar dunia

Saat ini di Indonesia sudah banyak perusahaan asing yang sudah berdiri, namun mereka lebih memilih menggunakan tenaga kerja dari luar negeri daripada tenaga kerja dari Indonesia. Pasalnya, keterampilan dan kemampuan pekerja lokal belum sesuai dengan kebutuhan Anda.

9.Kesulitan mencari posisi kosong

Ada banyak perusahaan yang tidak mengiklankan secara memadai posisi yang mereka butuhkan, sehingga banyak orang berpotensi besar tertinggal dan kehilangan informasi. Banyak perusahaan hanya mengiklankannya dengan menempelkan kertas di gedung. Selain itu, para pencari kerja seringkali malas mencari informasi tentang lowongan kerja.

10.Harapan calon pekerja terlalu tinggi

Tentunya setiap perusahaan menginginkan tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman. Namun, umumnya bila tidak ada seleksi ketat, banyak dari mereka tidak menerima tenaga kerja.

 

Dampak Pengangguran

Seperti yang kita ketahui bahwa pengangguran merupakan kondisi dimana seorang yang produktif tidak dapat menghasilkan atau yang bersifat ekonomi. Dengan kata lain, pengangguran akan menciptakan kesenjangan sosial dan kemiskinan bagi masyarakat.

Berikut ini dampak pengangguran yang terbagi dalam 2 bagian yaitu bagi negada dan masyarakat:

Dampaknya pada perekonomian Negara

  1. Penurunan pendapatan rata-rata penduduk per kapita
  2. Penurunan pendapatan publik dari sektor pajak
  3. Kenaikan biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah
  4. Tingkatkan utang negara
Baca Juga:  Pengertian Asertif: Cara Menjadi Asertif, Pentingnya Komunikasi Asertif

Dampak pada masyarakat

  1. Menurunkan tingkat keterampilan sendiri karena keterampilan yang tidak digunakan
  2. Menghasilkan ketidakstabilan politik dan sosial
  3. Penganggur merupakan beban psikologis dan psikologis bagi penganggur atau keluarga.
  4. Dapat menyebabkan kejahatan atau kriminalitas

 

Bagaimana Mengukur Pengangguran

Di Amerika Serikat, pemerintah menggunakan survei, penghitungan sensus, dan jumlah klaim asuransi pengangguran untuk melacak pengangguran.

Sensus A.S. melakukan survei bulanan atas nama Biro Statistik Tenaga Kerja yang disebut Survei Populasi Saat Ini (CPS) untuk menghasilkan perkiraan utama tingkat pengangguran negara.

Survei ini telah dilakukan setiap bulan sejak 1940. Sampel terdiri dari sekitar 60.000 rumah tangga yang memenuhi syarat, yang berarti sekitar 110.000 orang setiap bulan. Survei tersebut mengubah seperempat rumah tangga dalam sampel sehingga tidak ada rumah tangga yang terwakili selama lebih dari empat bulan berturut-turut untuk memperkuat keandalan perkiraan.

Ada banyak variasi tingkat pengangguran dengan definisi berbeda tentang siapa yang “menganggur” dan siapa yang “angkatan kerja”.

BLS biasanya mengutip tingkat pengangguran “U-3” —didefinisikan sebagai total pengangguran sebagai persentase dari angkatan kerja sipil — sebagai tingkat pengangguran resmi.

Namun, definisi pengangguran ini tidak mencakup pekerja yang menganggur yang menjadi putus asa karena pasar tenaga kerja yang keras dan tidak lagi mencari pekerjaan.

Kategori pengangguran lainnya termasuk pekerja putus asa dan pekerja paruh waktu atau setengah menganggur yang ingin bekerja penuh waktu tetapi, karena alasan ekonomi, tidak dapat melakukannya.

 

Cara Mengatasi Masalah Pengangguran

Mengatasi dalam hal ini sebenarnya mengurangi dan bukan menghilangkan. Salah satu cara dalam mengatasi pengangguran adalah dengan menciptakan lapangan kerja baru, namun tentu saja itu belum cukup.

Dikutip dari laman karyaone.co.id, setidaknya ada 7 cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengangguran, kuncinya sinergisitas antara tenaga kerja, perusahaan dan pemerintah, berikut pembahasan selengkapnya:

1.Mengurangi praktek diskriminasi bagi pelamar

Tak sedikit perusahaan yang enggan menerima pekerja yang sudah menikah dengan anak. Misalnya, atas dasar perusahaan harus membayar asuransi pasangan dan anak karyawannya, atau ada risiko karyawan akan sering mendapat cuti karena kebutuhan anak atau keluarganya, dll.

2.Penerapan konsep tim junior-senior

Pekerja tua dan muda menghadapi masalah yang sama di pasar tenaga kerja, yaitu pengangguran yang tinggi. Namun, kedua kelompok ini memiliki alasan yang berbeda. Jika pekerja muda tidak memiliki pengalaman kerja, pekerja yang lebih tua mulai kehilangan produktivitasnya.

Solusi untuk mengatasi hal tersebut, serta cara mengatasi pengangguran selanjutnya adalah dengan menerapkan konsep tim junior-senior dimana kedua kelompok tersebut bersatu. Keterampilan pekerja tua dan muda dapat saling melengkapi untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan yang dilakukan.

Selain itu, pekerja muda dapat memberikan dukungan kepada orang tua seperti kekuatan fisik, keterampilan bahasa, atau keterampilan di bidang teknologi.

3.Pembukaan Lapangan pekerjaan baru

Pemerintah dan perusahaan swasta diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk menarik para pengangguran atau lulusan baru, sehingga dapat menurunkan angka pengangguran.

4.Memperbaikan kondisi makroekonomi

Pertumbuhan ekonomi akan mendorong penciptaan lapangan kerja dan berdampak positif pada pengangguran muda. Pemerintah harus memberi perhatian khusus pada sektor industri yang ramah terhadap kaum muda yang mencari pekerjaan untuk menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas.

5.Subsidi dan pengurangan pajak atas gaji

Bentuk pemerintahan yang intensif, seperti subsidi dan pengurangan pajak gaji, dapat membantu perekonomian dan industri mempekerjakan lebih banyak karyawan.

6.Program pelatihan dan pendidikan tenaga kerja

Program pelatihan dan pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan mengembangkan potensi dapat membantu mengurangi pengangguran. Pekerja terampil lebih mungkin untuk mendapatkan pekerjaan daripada mereka yang tidak memilikinya.

7.Standar baru untuk pengalaman kerja

Perlu adanya peningkatan kesempatan pengalaman kerja bagi mahasiswa / lulusan baru di berbagai industri. Mereka harus terlibat dalam sejumlah lingkungan kerja yang berbeda untuk memahami seperti apa dunia kerja sebenarnya.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.