Baca Disini Inspirasi liburan seru

Mengenal Lebih Dekat Bagus Susanto, Managing Director PT Ford Motor Indonesia, Dulunya Berprofesi Penyemir Sepatu

Perjalanan
hidup seseorang memang penuh dengan misteri. Tak pernah ada orang yang
menyangka bahwa seorang anak-anak yang dulunya beprofesi sebagai penyemir
sepatu di Gang Dolly Surabaya, kini menjadi Pimpinan Tertinggi di perusahaan
otomotif terkemuka di Indonesia.
Dialah Bagus Susanto,  yang sejak tahun 2011 yang lalu
dipercaya sebagai Managing Director PT Ford Indonesia. Mengenang masa lalunya
tentu penuh dengan keharuan. Apalagi ketika mengingat bahwa kawasan itu
merupakan kawasan portitusi yang amat tersohor. Namun kini Gang Dolly sudah
resmi di tutup oleh Pemerintah Kota Surabaya pada tahun kemarin.
Bagus Susanto
kecil yang saat itu masih duduk di bangku SMP terpaksa berjualan jeruk dan
membawa tas perlengkapan menyemir, ketika liburan sekolah. Ia pun tak
segan-segan menawarkan jasa menyemir sepatu kepada para tamu Gang Dolly yang
sedang menunggu giliran. Berkat ketekunannya sedikit demi sedikit rupiah
dikumpulkannya.

Artikel lainnya: 5 Fenomena Sosial Masa Kini Yang Sering Terjadi Pada Manusia

Bagus Susanto (sumber foto: http://www.suararakyatindonesia.org/)

Pengalaman Berjualan Bagus Susanto Terasah
Sejak Kecil

Selain menawarkan
jasa semir sepatu, Bagus kecil juga berjualan jeruk untuk mengisi waktu semasa liburan
sekolah. Banyak diantara anak-anak yang senasib dengannya, mereka akhirnya
mendatangi pengepul jeruk. Pada pengepul jeruk dibeli seharga Rp 75, kemudian
mereka menjualnya Rp 100.
Berawal
dari menjual jeruk tersebutlah, bakat berjulan seorang Bagus Susanto kecil
benar-benar di godok. Seiring berjalannya waktu, mereka pun akhirnya dikenal
orang-orang sehingga pelanggan juga semakin banyak. Bahkan tak segan-segan pelanggan
memborong jeruk yang dijual.
Pengalaman
tidak mengenakan adalah ketika ada seseorang yang membeli jeruk, namun membayar
tidak sesuai dengan harganya. Karena belas kasihan, jeruk yang seharusnya
dibayar Rp 1000 kemudia oleh mereka dibayar Rp 2000.
Keadaan
ini justru tidak disukai oleh Bagus kecil, karena pembeli hanya berbelas
kasihan bukan membeli karena memang tertarik untuk membeli.
Kondisi
ini justru membuat Bagus tidak betah berjualan jeruk di Gang Dolly. Belum lagi
ketika melihat para wanita yang berprofesi sebagai PSK yang dengan santainya
keluar tanpa mengenakan pakaian. Namanya juga komplek prostitusi, jadi sesuka
mereka saja berpakaian.
Kondisi
ini akhirnya memaksa Bagus untuk menawarkan jasa semir sepatu dan berjualan
jeruk dari rumah ke rumah warga. Keadaan inilah yang sesungguhnya membentuk
mental Bagus dalam urusan jualan.

Artikel menarik lainnya: Nikmatnya Secangkir Kopi Untuk Peroleh Inspirasi


Pengalaman Semasa Ujian Nasional (Dulunya
Ebtanas):

Kisah ini
mungkin sangat mengharukan bagi Bagus Susanto. Betapa tidak, pada waktu itu
malam menjelang waktu belajar untuk persiapan mengikuti Ebtanas, lampu di
tempatnya tinggal tiba-tiba mati. Namun kondisi ini tidak membuatnya menyerah.
Untuk belajar,
akhirnya Bagus membawa setumpuk buku ke tepi jalan untuk belajar. Pada waktu
itu lampu jalan dimanfatkannya untuk belajar, lumayan belajar di pinggir jalan untuk
persiapan mengikuti Ebtanas.
Bagus Susanto
berasal dari keluarga yang berprofesi sebagai pedagang dengan penghasilan
pas-pasan. Ia pun sangat tahu diri dan tidak pernah menuntut apa apa kepada
orang tuanya.
Untuk mensiasati
hal itu, Bagus yang memiliki banyak teman yang berasal dari kalangan berada
akhirnya meminjam buku kepada temannya kemudian ia membuat rangkumannya. Teman-temannya
tidak merasa keberatan ketika Bagus meminjam buku, bahkan mereka akhirnya
meminjam hasil rangkuman yang telah dibuat oleh Bagus sewaktu meminjam Buku.
Keadaan
inilah yang mengasah ketekunan, kesabaran serta kegigihan seorang Bagus
Susanto. Untuk dapat survive ia pun berjuang dalam kehidupannya, tidak ada
waktu untuk bersantai.

Kunci Sukses Bagus Susanto: Jika ingin
Sukses, harus berani “Bayar”

Perjalanan
karir Bagus memang dimulai dari bawah. Memang tidak mudah bagi seorang bagus
untuk mendapatkan posisi tersebut.
Kesuksesan
tidak ada yang instan dan gratis. Untuk menjadi sukses, ada yang harus kita
bayar. Bukan membayar dalam hal materi melainkan berupa pengorbanan waktu,
tenaga, usaha dan kerja keras.
Kunci sukses
Bagus Susanto adalah “Berani Membayar” jika mau sukses pasti ada jalan, jadi perbedaannya
sangat tipis, ada orang yang berani “bayar” dan ada yang tidak berani “bayar”.
Keberanian
untuk mencapai kesuksesan memang sudah tertanam di kepala Bagus sejak kecil. Keputusan
yang diambil sewaktu dibangku sekolah merupakan pijakan baginya untuk mencapai
kesuksesan dan keberhasilan.
Bagus menampik
anggapan bahwa fasilitas pendidikan yang berteknologi tinggi, nyaman dan
lengkap adalah kunci kemajuan. Orang menjadi Pintar bukan karena AC (air conditioner) melainkan tekadnya,
karena itu yang terpenting. Ujar Bagus seperti yang dikutip pada kompas.com.
Bagus adalah
orang Indonesia pertama yang memegang jabatan puncak pada PT Ford Motor
Indonesia (FMI). Masa depan bisnis produsen mobil asal Amerika Serikat ini
berada di tangan Bagus. Posisi tertinggi sebagai Pimpinan Tertinggi di
Indonesia tersebut merupakan tantangan besar bagi Bagus.

Salam Sukses!
Sumber Artikel: kompas.com
Sumber Gambar: suararakyatindonesia.org

8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.