3 Langkah Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak

cara mengatasi kesulitan belajar

Cara mengatasi kesulitan belajar – Kesulitan belajar atau learning disability adalah hal yang sering terjadi pada anak-anak. Terkadang, orang tua malah khawatir, bingung, dan takut pada anaknya karena hambatan yang dialami anak mereka.

Perlu diketahui bahwa kesulitan belajar pada anak sering terjadi apalagi dalam pendidikan serta proses belajar anak dan bukan pertanda lemahnya intelegensi anak Anda. Berikut adalah beberapa langkah cara mengatasi kesulitan belajar pada anak beserta penjelasan lengkapnya.

Memahami dan Mempelajari Tipe Belajar Anak

Bila terjadi kesulitan belajar pada anak Anda dan anak Anda kesulitan untuk mengikuti pelajaran di sekolah bukan berarti anak Anda lemah dalam inteligensinya, dan kebanyakan orang tua melabeli anaknya sendiri dengan “bodoh”.

Orang tua perlu mengetahui bahwa semua anak memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Mereka memiliki kecerdasan dan kemampuan yang berbeda-beda tiap anaknya. Bisa jadi metode yang digunakan di sekolah tidak cocok untuk anak Anda. Pelajari dulu tipe belajar anak Anda sesuai dengan tipe-tipe belajar anak menurut Carbo, dkk, dalam Winebrenner pada tahun 1996 berikut ini:

  • Tipe belajar auditori, dimana anak Anda akan cenderung lebih mudah menyerap pelajaran dengan cara mendengarkan. Biasanya anak Anda akan lebih mudah mengingat sesuatu dengan bunyi-bunyian atau nyanyian.
  • Tipe belajar visual, dimana anak dengan tipe belajar ini akan cenderung dan harus melihat dulu sendiri sesuatu atau melihat gambarannya dengan jelas lalu mereka bisa memahaminya. Biasanya anak dengan tipe belajar visual akan lebih menangkap pelajaran yang disajikan dalam bentuk film atau pun video.
  • Tipe belajar kinestetis, anak dengan tipe belajar tipe ini harus menyentuh sendiri apa yang dipelajarinya dan harus banyak gerakan ketika belajar. Anak tipe belajar kinestetis adalah individu yang aktif dan praktikum di luar kelas adalah kesukaan mereka.

Baca juga: 3 Cara mengenali diri sendiri untuk pondasi pengembangan diri.

Bicara Terbuka Kepada Anak

Terkadang yang menjadi salah satu anak sulit berkembang dan mengikuti pelajarannya adalah karena dia kurang percaya diri dan merasa takut untuk bertanya maupun bercerita. Di sinilah peran orang tua untuk mau mendekati anaknya dan dorong mereka untuk mau berbicara terbuka mengenai kesulitan belajarnya.

Setelah anak mau bercerita, tanyakanlah tentang bagaimana mereka di sekolah sambil mencoba memahami tipe belajar anak apa yang cocok untuk anak Anda. Karena tidak ada anak yang bodoh di dunia ini yang ada hanyalah anak yang belum menemukan gaya belajar yang cocok untuk mereka. Gali juga informasi dari anak Anda mengenai potensi mereka, tentang bakat, kelebihan, apa yang ingin mereka capai dan pelajari. Pelajari juga kekurangan yang anak Anda rasakan. Konsultasikanlah dengan profesional di bidang psikologi dan bidang pendidikan serta guru di sekolah anak Anda mengenai kesulitan belajar yang telah anak Anda ceritakan. Mintalah bantuan mereka untuk membantu mengembangkan metode mengajar yang cocok dengan tipe belajar anak Anda.

Dukung serta Bimbing Anak Anda untuk Mengembangkan Potensinya

Setelah mengetahui berbagai informasi dan mencoba memahami tipe belajar anak Anda maka sekarang adalah orang tua harus mampu membimbing anak Anda untuk mengembangkan keunikannya, bimbinglah anak Anda untuk mencapai target-target yang realistis dalam proses belajarnya. Bimbing juga mereka dalam mengerjakan tugas-tugas dari sekolah.

Orang tua pun tidak serta merta hanya mendukung dan membimbing namun juga menerima keunikan anak mereka. Jangan paksakan anak Anda untuk melakukan atau menguasai pelajaran yang mereka tidak senangi. Misalnya anak Anda tidak jago dalam matematika namun Anda malah menyudutkan anak Anda untuk jago matematika. Tidak usah dipaksakan, cukup bisa matematika dasar saja untuk Anak itu sudah cukup yang penting adalah Anda sebagai orang tua mendukung di bidang yang merupakan kelebihannya dan kesukaannya. Misalnya dia lebih suka melukis, maka dukunglah ia dalam ikut ekskul melukis, sering-seringlah diajak ke pameran lukisan atau pameran seni. Yang terpenting adalah kebahagiaan anak Anda juga, karena bila anak Anda bahagia maka orang tua juga akan bahagia.

Sekian penjelasan mengenai 3 langkah cara mengatasi kesulitan belajar pada anak. Dalam hal ini, peran orang tua memang diperlukan untuk membantu proses belajar anak, semoga bisa diterapkan dan artikel ini membantu. Terima kasih.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.