Cara Mengembangkan Potensi Diri untuk Berprestasi

cara mengembangkan potensi diri

Pada artikel singkat kali ini saya akan sedikit berbagi tentang cara mengembangkan potensi diri untuk berprestasi, terlebih dalam dunia kerja. Penting untuk diketahui bahwa rejeki, fasiltas dan posisi yang kita peroleh sangat ditentukan oleh potensi diri yang unggul.

Nah, dalam dunia kerja saat ini, setidaknya terdapat dua karakteristik pekerja. Jenis yang pertama adalah mereka para profesional yang selalu tidak puas dengan posisi saat ini akan tetapi belum memiliki bargaining power. Sedangkan yang kedua adalah mereka yang merasa tidak puas akan tetapi memiliki bargaining power yang cukup kuat.

Baca juga: Cara Mengenali Diri Sendiri untuk Pondasi Pengembangan Diri.

Keduanya memiliki perbedaan yang sangat kontras, dimana type pertama bernasib  apes. Meskipun punya skill dan potensi diri yang bagus tapi salah pilih perusahaan sehingga karir mentok di ujung tembok, gaji dibawah standart dan kebanyakan dari mereka mengalami demotivasi.

Pemandangan unik bisa kita temukan yaitu mereka sering mengamati iklan loker baru, kirim lamaran. Harapannya untuk memperbaiki posisi dan mendapatkan peluang baru. Namun sayangnya type yang satu ini memiliki posisi tawar yang sangat lemah.

Sementara type yang kedua adalah mereka yang memiliki potensi diri yang unggul, profesional dan sebagian besar punya “Argo Meter’ tinggi. Type yang kedua ini sangat di sayang perusahaan, terlebih dengan posisi yang bagus, gaji diatas rata-rata, fasilitas bagus dan tunjangan yang seabrek.

Yang paling hebatnya lagi, mereka selalu di buru oleh para pencari bakat atau lebih dikenal sebagai head hunter. Sehingga setiap kali ada tawaran untuk lompat dari satu ke perusahaan yang lain, mereka pasti mendapatkan tawran gaji, fasilitas, tunjangan yang bagus. Sangat beragam pilihan pekerjaan yang menarik, penuh tantangan dan sangat dinamis.

Merupakan sebuah sensasi yang luar biasa bila kita dapat bekerja dengan profesional yang punya potensi diri unggul dan memiliki passion yang kuat. Mereka memiliki passion, hasrat, tenaga dan pemikiran yang selalu menyala bahkan seolah tidak ada matinya.

Baca Juga:  3 Langkah Konkret Menjadi Pribadi yang Baik dan Disukai Banyak Orang

Seperti yang kita tahu, profesional jenis yang kedua ini sangatlah langka, sehingga mereka memiliki nilai jual yang tinggi, jadi rebutan perusahaan, dan selalu dicari-cari. Berlakulah disini hukum demand dan suply, dimana harga semakin selangit saat professional ini sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

Seperti yang dikutip dari salah satu artikel seorang motivator Andrie Wongso, beberapa ciri dari profesional unggul yang punya nilai jual tinggi adalah sebagai berikut:

Ciri #1. Kepercayaan Tinggi pada Skill yang Dimiliki

Seorang profesional yang memiliki nilai yang tinggi tentu punya kemampuan dan basic yang komplit baik teknis maupun kemampuan manajerialnya. Mereka memiliki kemampuan diatas professional pada umumnya.

Selain itu, mereka juga sangat percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Sehingga orang lain terutama pencari bakat, dapat merasakan “Aura” yang amat kuat itu. Karena tingkat PD mereka inilah yang membuat mereka selalu berhasil menjinakan setiap tantangan.

Ciri #2. Memiliki Visi untuk Sukses

Secara garis besar, sangat banyak profesional yang memiliki skill tinggi akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak punya visi yang nyata akan keberhasilan yang mampu mereka raih. Berbeda dengan profesional sukses, mereka selalu menawarkan visi dalam mempimpin, sehingga perusahaan yang merekrutnya sangat merasa puas.

Ciri #3. Punya Track Record yang Mumpuni

Profesional yang punya track record yang bagus memiliki portofolio dan kinerja yang mumpuni, tergolong sempurna dan punya posisi yang bagus. Rekam jejak yang bagus ini kemudian menjadi modal penting dan utama dalam proses tawar menawar dengan para head hunter. Hanya mereka yang unggul dan punya track record yang baik punya nilai tawar yang tinggi.

Baca Juga:  Tips Cara Mengatur Waktu dengan Baik, Sebuah Panduan tentang Manajemen Waktu

Ciri #4. Mempunyai Karakter yang Kuat

Seorang profesional yang unggul pasti memiliki karakter yang kuat, alhasil mereka mampu menangani masalah secara efektif dan efisien. Karakter mereka unggul, dan mereka merupakan leader yang bisa diandalkan di bidangnya. Selain itu, mereka menyadari akan kekuatan itu dan mampu menjualnya, sehingga lebih bermanfaat dan tepat guna.

Ciri #5. Selalu Memberi Lebih

Seorang profesional yang sanggup memberi lebih kepada perusahaan merupakan salah satu ciri khas peofesional yang unggul. Mencapai target adalah sesuatu yang biasa bagi mereka, akan tetapi memberi lebih dari yang di targetkan perusahaan itulah tantangan yang selalu mereka selesaikan.

Baca juga: 9 Cara Kreatif Mengembangkan Potensi Diri.

Sekarang kita sudah mengetahui 5 ciri profesional yang unggul dengan potensi diri yang sangat maknyus. Akan tetapi pernahkan kita berpikir, adakah para profesional unggul namun belum memiliki kesempatan?

Dengan penuh keyakinan saya jawab “Ya”. Pasti ada yang punya kualitas teknis dan manajerial yang mumpuni, namun jarang di hinggapi keberuntungan. Dalam hal ini terdapat 2 faktor yaitu: kepribadian dan motivasi diri yang lemah.

Faktor kepribadian yang menghambat, cenderung menutup diri, kurangnya networking, tidak memiliki keberanian berbicara dan menjual diri, bersifat konservatif. Atau mungkin banyak dari mereka tidak menyukai tantangan dan belajar hal baru.

Sementara dari sisi motivasi diri dapat berupa lemahnya seseorang dalam mengejar pencapaian, tidak punya visi untuk sukses dan tidak memiliki hasrat untuk maju.

Nah, jika Anda merasa seorang profesional yang unggul akan tetapi kurang mendapat kesempatan, lantas ingin membuat perubahan, kini saatnya Anda simak beberapa cara mengembangkan potensi diri agar lebih unggul dan cemerlang dalam kehidupan dan karir.

Memang sudah tapi tidak ada sesuatu yang mustahil dan ini merupakan harga mati untuk sukses. Lakukan beberapa kiat berikut untuk melejitkan potensi diri, simak selengkapnya.

Baca Juga:  6 Kebiasaan yang Bisa Membantu dalam Pengembangan Diri

Tips #1. Terus Belajar dan Menempa Diri

Mengutip kata kata Andrie Wongso: “Belajar dan terus belajar, itulah kunci keberhasilan orang sukses”. Semua profesional tahu slogan diatas yaitu belajar terus menerus, akan tetapi sangat sedikit sekali yang melaksanakannya.  Belajarlah dari siapa saja yang berpengalaman, kapan saja dan dimana saja.

Tips #2. Rajin Membangun Networking

Networking yang luas menciptakan banyak kesempatan dan peluang. Tanpa networking yang berkualitas akan menciptakan kesulitan, kita akan menghadapi karir yang mampet dan rejeki jadi nggak lancar. Rajinlah membangun networking dengan mereka yang lebih sukses.

Tips #3. Selalu Update Informasi

Dalam sebuah buku bisnis, Seorang Bill Gates berpesan demikian: “Jangan mau tertinggal oleh informasi-informasi terbaru”. Untuk itu, teruslah melakukan update informasi dalam otak kita melalui internet (bukan Cuma narsis di sosmed), jurnal ilmiah, koran, majalah, baca sejumlah buku, dan rajin mengikuti seminar.

Tips #4. Berani Berbicara dan Menjual Diri

Orang yang unggul akan berani berbicara tentang kemampuan dirinya kemudian “Menjual diri”. Sehingga banyak orang mengetahuiny, lantas kemudian menggunakan jasa dari keahliannya tersebut.

Semua orang boleh aja dan sah-sah aja bilang kalau dirinya memiliki kemampuan yang unggul, serta terbaik dibidangnya. Yang terpenting adalah bagaimana caranya memberitahu kepada orang lain tentang keahlian yang kita miliki. Saat ini dapat dikatakan eranya membuat branding secara personal, jadi barang siapa yang berani “Menjual Diri” maka ia pasti dicari banyak orang dan laris manis di pasaran.

Kenanglah kata kata dari Andrie Wongso berikut ini: “Sesungguhnya, Bagi orang-orang yang memiliki kualitas yang Unggul, Kesempatan Terbaik akan selalu datang kepadanya. Entah itu kapan waktunya, ada yang datangnya cepat dan ada pula yang lambat”

Keep Spirit, Jangan mudah menyerah Bro!

2 Replies to “Cara Mengembangkan Potensi Diri untuk Berprestasi

  1. ngejawab pertanyaan saat interview kalau bicara terlalu banyak sama buruknya dengan terlalu sedikit

    1. Bener, banyak jawab sama halnya ketika bekerja, sedikit kerja dan banyak cakap…kalau sedikit ntar nggak bisa nyambung sama tim, soalnya buruk di komunikasi….

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.