Cara Mengontrol Emosi Diri Sendiri pada Saat yang Tepat

cara mengontrol emosi diri sendiri
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengontrol emosi agar tidak membahayakan diri kita maupun orang lain. Salah satu cara yang paling sering saya lakukan adalah diam tanpa melakukan apa-apa, tanpa bicara, tanpa komentar dan tanpa ini dan itu.  Dengan melakukan aksi diam, emosi akan reda dan hal ini dapat menghindarkan Anda pada tingkat stress yang semakin tinggi.
Sebelumnya saya pernah sharing tentang topik yang berhubungan dengan Mengontrol Emosi diantaranyaPentingnya Mengontrol Emosi,

 

Pada kesempatan kali ini, perkenankan saya sharing tentang “Mengontrol Emosi Dengan Cara Diam”.
Pembahasan ini menarik bagi saya karena setiap orang memiliki tingkat emosi yang berbeda. Dan jika boleh saya simpulkan, dapat dikatakan bahwa saya memiliki tingkat emosi yang tidak stabil (Labil).
Kecerdasan Emosi: Kecerdasan Dalam Mengontrol Emosi Menjadi
Kunci Komunikasi Yang Baik

Mengalihkan fokus Perhatian pada sesuatu yang Lucu

Terkadang untuk meredam emosi saya lakukan gurauan atau jokes yang sedikit ringan agar fokus saya terhapap emosi dapat teralihkan pada situasi yang lucu. Ada banyak sekali hal-hal lucu yang sering saya baca baik melalui buku-buku, artikel, twit, hingga sms lucu dari teman-teman.
Saya merasa cara ini sangat efektif untuk menahan emosi atau yang lebih kerennya mengontrol emosi. Jika tidak mencoba mengalihkan perhatian dan pembicaraan pada sesuatu yang berbau jenaka atau lucu biasanya tingkat emosi semakin tinggi.
Penting bagi kita untuk selalu mengontrol emosi terutama ketika berhadapan dengan situasi yang serba terjepit, karena emosi akan semakin membuat suasana semakin runyam dan solusi akan semakin jauh dari masalah yang sedang kita hadapi.
Bagi sobat blogger yang menghadapi situasi ataupun memiliki kebiasaan emosi yang tidak stabil, maka cara ini boleh Anda coba untuk mengontol emosi Anda. Selamat mencoba ya sobat blogger!!!

Lebih Memilih Diam

Diam memang senjata ampuh untuk menangkal dan mengontol emosi. Dalam keadaan diam kita cenderung dapat berpikir jernih dan masuk akal. Oleh karenanya kebiasaan “Diam” ini wajib kita pelajari
agar komunikasi kita dengan orang-orang disekitar kita semakin akrab.
Ketika sedang berbicara dengan orang lain, tentu ada saatnya kita untuk diam menyimak pembicaraan lawan bicara kita, keadaan ini juga sekaligus memberi ruang bagi kita untuk berpikir.
Pada kesempatan sharing kali ini memang tidak ada hubungan langsung antara emosi dengan diam maupun komunikasi dengan orang lain. Akan tetapi emosi yang memang berada diri kita sendiri dan jika terlambat dalam mengontrolnya maka akan menjadi kebiasaan bahkan menjadi sifat.
Sifat emosi tidaklah baik bahkan tidak menunjang untuk aktivitas pekerjaan kita, pergaulan dengan sesama maupun komunikasi dengan keluarga dirumah (isteri serta anak-anak kita). Anda tentu tdak ingin kehilangan simpatik dari orang-orang disekitar Anda hanya karena sifat emosi yang gampang meledak atau sering di istilahkan
bersumbu pendek.
Diam juga merupakan jalan terakhir yang harus kita tempuh jika Anda dihadapkan pada suatu kondisi yang tidak menguntungkan atau dalam keadaan bersalah. Tekadang aksi diam juga dilakukan jika semua cara mengalami kebuntuan. Pernah dengarkan aksi demo dengan menjahit mulut menandakan aksi diam, nah cara inilah yang mereka lakukan ketika mereka ingin mendapatkan perhatian.
Anda bisa melakukan cara “Diam” untuk mengontrol emosi, tentu hal ini perlu dilatih agar menjadi kebiasaan. Cara melatihnya adalah dimulai di lingkungan terkecil yaitu di rumah Anda. Untuk pasangan Anda misalnya, jika pasangan Anda (suami atau isteri Anda) sedang emosi, sebaiknya praktekan cara ini, lalu perhatikan apa yang akan terjadi!

Emosi Membekas pada batin

Sebelum menutup artikel ini, perkenankan saya sharing satu cerita yang berkaitan dengan Mengontrol Emosi.
 
Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan amrah sang anak, ayahnya
memberikansekantong paku dan mengatakan kepada anaknya untuk memakukan sebuah paku di agar belakang setiap kali dia marah. 
 
Pada hari pertama, anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah, lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Anak itu mendapati fakta bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya dari pada memakukan paku ke pagar.
 
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal itu kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar ia mencabut satu paku untuk setiap hari ketika dia tidak marah. 
 
Hari demi hari pun berlalu, dan anak itu akhirnya memberitahukan kepada ayahnya bahwa semua pak telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknye ke pagar. Hmm kamu telah berhasil denga baik anak ku, tapi lihatlah lubang-lubang dipagar ini, pagar ini tidak akan pernah sama seperti sebelumnya. “ Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam keadaan marah, kata-kata mu meninggalkan bekas seperti lubang ini … di hati orang lain.”
 
“ Kamu dapat menusukkan pada seseorang lalu mencabut pisau itu, akan tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.”
Demikian sharing kali ini tentang Belajar Cara Bagaimana Mengontrol Emosi Dengan Cara “Diam”. Mudah-mudahahn dengan membacanya dapat membantu Anda mengendalikan emosi Anda.

3 Comments on “Cara Mengontrol Emosi Diri Sendiri pada Saat yang Tepat”

  1. wah makasih sekali pak, terkadang ada waktu2 tertentu kita emosi dan usahakan bisa mengontrol emosi tersebut, mantap artikelnya

    1. Iya, memang emosi bisa datang kapanpun tanpa kita sadari. Terima kasih atas apresiasinya terhadap Blog Catata Inspirasi, Semoga semakin sukses

  2. Mansyur Lolo Tembu berkata:

    Lucky…Thanks for motivate, this very important for me

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.