Motivasi Kerja Anda Terjun Bebas? Saatnya Untuk Membangkitkannya dan Mulailah Sekarang Juga!

Motivasi
kerja
yang tinggi ikut berperan mengantarkan Anda pada karir yang cemerlang.
Disadari atau tidak, faktor inilah yang membuat orang selalu merasa bersyukur
dengan pekerjaannya.
Bayangkan jika kita tidak pernah memiliki motivasi untuk
bekerja, tentu kinerja akan terjun bebas bak penerjun tanpa parasut. Anda tentu tidak mau jika sampai hal ini menimpa Anda, sakitnya bukan cuma disini tapi dimana-mana!..
Perlu kita sadari bahwa motivasi kerja seseorang dengan yang lainnya memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Namun
tujuannya sebenarnya hanya satu yaitu bagaimana bekerja dengan kekuatan maksimal
dan totalitas.
Hasilnya tentu jauh lebih
menggembiarakan jika kita bekerja penuh semangat dan memiliki tujuan bekerja
yang jelas. Untuk apa membuang-buang waktu untuk bekerja jika kita masih saja dibayangi
rasa kecemasan dan berusaha mencari sesuatu yang lebih di tempat lain.
Orang bijak berkata, Jika seseorang
memiliki motivasi kerja, tentu semangat
juga ditunjukan jika kelak ia menjalankan bisnis. Nah, pernyataan ini sekaligus
membuktikan bahwa bekerja secara malas-malasan justru menjerumuskannya ke dalam
jurang kegagalan. Bekerja saja tidak becus, gimana mau ngurus bisnis?
Saat ini jika motivasi kerja Anda sedang terjun bebas
tanpa parasut, saatnya bagi Anda untuk mendongkraknya kembali, temukan caranya
dalam penelusuran berikut ini.
Motivasi Kerja Anda Terjun Bebas? Saatnya Untuk Membangkitkannya dan Mulailah Sekarang Juga!

 

#1. Motivasi Kerja seseorang ditunjukan oleh Ambisinya, dalam
menyelesaikan pekerjaan.

Oleh karena itu, jika kita merasa tidak memiliki
ambisi sama sekali, itu tandanya kita tidak punya niat dan motivasi dalam
bekerja.
Terkadang ambisi yang sesuai
diperlukan dalam mengerjakan sesuatu terutama pekerjaan yang telah kita tekuni.
Banyak orang justru terjebak dalam lingkaran yang selalu menjerumuskannya ke
dalam keterbatasan.
Padahal sebenarnya memiliki potensi
tinggi, tinggal niatnya aja yang perlu di perbanyak. Jika Anda merasakan hal
ini, ada baiknya Anda mengambil cuti, lalu renungkanlah kembali sebenarnya apa
tujuan Anda bekerja ditempat Anda sekarang?
Cuti juga dapat merefresh otak Anda,
berliburlah dan ambil waktu khusus untuk tidak memikirkan pekerjaan, jika perlu
matikan semua alat komunikasi, agar liburan Anda bebas gangguan.
Artikel lainnya: 7
Penyebab Motivasi Kerja Karyawan Menurun Selain Rendahnya Gaji dan Bonus.

#2.
Pekerjaan yang Monoton dan tidak memiliki Tantangan justru menurunkan Motivasi
Kerja.

Jika Anda mengalami hal diatas, jangan khawatir, tidak perlu juga harus resign dari tempat kerja Anda sekarang.
Solusi terbaik adalah berpindah ke
bidang pekerjaan yang lain dikantor tersebut, misalnya awalnya Anda bekerja
dibalik meja, mungkin sekarang Anda bisa mencoba bekerja di lapangan.
Anda bisa meminta pada bidan HRD
untuk beralih dari bidang pekerjaan Anda sekarang untuk beberapa waktu sampai Anda
menemukan ritme kerja dan motivasi kerja Anda bangkit.
Jujur, di lapangan banyak sekali
tantangan pekerjaan yang kita temui dan dari situlah biasanya membentuk mental
kita.
Teman saya pernah bilang, Kita bisa
mencari tempat kerja dan mendapatkan sesuai keinginan kita, akan tetapi jika
cara kerja kita tidak berubah justru hal ini akan semakin memperburuk keadaan.

#3.
Gaji Anda sudah sangat Bersaing, Namun masih merasa Kurang.

Ada baiknya Anda perhatikan gaya
hidup Anda. Bisa saja ini diakibatkan ketidakmampuan Anda mengelola gaji yang
Anda dapatkan.
Sebesar apapun penghasilan yang kita
miliki, jika tidak dikelola dengan cermat pasti akan kurang. Untuk itu
dahulukan yang lebih prioritas ketimbang keinginan dan yang pasti sesuaikan
kantong Anda.
Kondisi yang biasa mungkin saja
sedang menimpa Anda, banyak kredit dan hutang yang menuntut untuk dibayar,
belum lagi tagihan rutin bulanan seperti biaya angsuran pinjaman dan sewa
rumah.
Kondisi ini mengingatkan kita agar
bertanggung jawab dalam mengelola
keuangan kita.
Jika hal ini permasalahannya,
saatnya Anda menata ulang keuangan dan mulailah menentukan skala prioritas, kebutuhan
mana yang didahulukan dan kebutuhan mana yang harus ditunda.

#4.
Anda merasa Karir Anda tidak secemerlang Rekan kerja yang masuknya dibawah Anda. 

Mungkin Anda harus
melihat kemampuan yang Anda miliki. Jika ini permasalahannya, sudah
dipastikan bahwa ada yang tidak beres dengan cara kerja Anda. Janganlah berpikir
bahwa teman Anda menggunakan cara tertentu agar dipromosikan.
Ketahuilah bahwa orang yang
dipromosikan karena menggunakan cara yang tidak baik lambat laun akan terlihat.
Simak juga: Cara
Mudah Berhadapan dengan Rekan Kerja Seorang Penjilat.
Jika memang berbasis kinerja, tentu
Anda harus meningkatkan kualitas diri Anda. Jika kemampuan dalam mengejar target
masih jauh, sebaiknya bekerja lebih keras dan cerdas.
Jika Anda bekerja dibidang
marketing, lebih mudah untuk mengukurnya. Perhatikan capaian target penjualan Anda
selama ini, dan bandingkan dengan rekan kerja Anda tadi, lalu mulailah untuk
meningkatkan capaian dan goal yang telah Anda tentukan, terutama target penjualan.

#5.
Merasa Puas dengan Keadaan dan Posisi Anda yang sekarang.

Anda selalu merasa, posisi yang
dirasakan sekarang cukup aman dan membuat Anda malas untuk beranjak dari comfort
zone. Jika Anda mendapat tawaran promosi, Anda cenderung menolaknya untuk
berbagai alasan.
Misalnya jauh dari rumah dan
keluarga, wilayah baru yang harus beradaptasi dari awal atau mungkin bidang pekerjaan
yang Anda rasa asing. Jika hal ini melanda Anda, sebaiknya jangan terlalu
menjadikan pekerjaan sebagai beban melainkan sebagai bentuk pengabdian.
Langkah yang perlu Anda lakukan
adalah: (1) Mencoba sesuatu yang baru justru memperkaya pengalaman Anda. (2)
Beranjak dari Zona Nyaman, akan membuat Anda semakin cerdas dan berkembang. (3)
Mulailah meninggalkan kebiasaan lama Anda yaitu Cepat Merasa Puas.

#6.
Merasa Rendah Diri dan Tidak Mampu Mengerjakan sesuatu,
justru akan membuat Anda semakin
tidak termotivasi untuk bekerja lebih baik.

Biasanya hal ini diakibatkan
kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki, entah mungkin karena kegagalan masa
lalu, sehingga membuat Anda tidak bisa mengerjakan pekerjaan tersebut. Baca: Cara
Meningkatkan Rasa Percaya Diri di Lingkungan Kerja.
Menyerah sebelum berberang memang
akan membuat Anda berada didasar jurang kegagalan. Ingat, untuk menjadi sukses
kita harus berani mencobanya. Bukan seberapa banyak kita mengalami kegagalan
melainkan seberapa mampu kita untuk bangkit dan move on dari kegagalan
tersebut.
Orang yang berani mencoba pasti bisa
berhasil dan merasa yakin dengan kemampuan yang dimiliki, bukan selalu
bersembunyi dibalik ketidak mampuan dan kejeniusan dalam membuat alasan
pembenaran.

#7.
Multitasking biasanya justru membuat Anda mudah lelah.

Jika sudah begini berpengaruh pula
pada motivasi kerja Anda, bisa hancur-hancuran lho. Baca juga: Multitasking
Dapat Mengganggu Produktivitas Kerja
.
Mulailah untuk mengerjakan tugas yang
benar prioritas sampai tuntas, kemudian beralih ke pekerjaan lain. Ingat, otak
kita paling membenci karakteristik multitasking, jika terus dipaksa lambat laun
kecedasan bisa menurun.
Bekerjalah dengan teliti dan fokus
pada penyelesaiannya bukan pada berapa banyak Anda mampu mengerjakan tugas
kerja di kantor. Mengerjakan 1 jenis pekerjaan sampai tuntas akan jauh lebih
baik dibandingkan mengerjakan dua atau lebih jenis pekerjaan akan tetapi tidak
tuntas.
Ukur kemampuan Anda, barulah
mengerjakan yang benar-benar bisa Anda kerjakan pada hari ini. Jangan
memaksakan diri, jika memang tidak mampu cobalah untuk meminta bantuan kepada
rekan kerja.
Jika Anda merasa motivasi kerja Anda
terjun bebas tanpa parasut, kini saatnya Anda untuk bangkit dan bergerak. Selalu
menangkan hari Anda dan taklukan tantangan yang menghadang Anda.

 

Salam Sukses Penuh Berkat!

2 Comments

  • Betul juga mas, intinya mencintai pekerjaan, dengan begitu seberat apapun beban tanggungjawab pekerjaan akan dilakoni dengan baik alias tidak banyak mengeluh. Sekalipun banyak sekali hal yang diluar keinginan tapi karena dengan mencintai pekerjaan akan sepenuh hati untuk menghasilkan yang maksimal.

    Dari sini juga saya sadar pekerjaan harus dimotivasi supaya bisa meningkatkan jiwa yang sedang lemah. Makasih mas.

    • daniel berkata:

      Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, memang kita perlu menyadari apa yang perlu kita lakoni saat ini mas, terlebih dalam konteks pekerjaan.

      Saya juga sekaligus menyadarkan diri saya akan pentingnya motivasi dalam bekerja, dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.