Cara Paling Tepat Melakukan Introspeksi Diri Sendiri – Self Development Series

Introspeksi diri merupakan sebuah proses pengamatan terhadap diri sendiri. Termasuk didalamnya cara pengungkapan pemikiran yang disadari penuh, berdasarkan keinginan sendiri dan sebagai sensasi.

Dengan kata lain, proses mental yang disadari dengan tujuan tertentu. Ada dua landasan utama yaitu pikiran dan perasaan.

Banyak pula orang yang menyebutnya dengan istilah kontemplasi pribadi, dan refleksi diri.

Introspeksi diri biasanya dilakukan untuk memahami kelemahan pribadi.

Selain itu, ada pula proses penyadaran pada diri sendiri bahwa kita memiliki kekurangan, keleliruan serta kesalahan, yang dilakukan secara sadar maupun tanpa kita sadari.

Introspeksi diri sendiri juga merupakan sebuah proses menuju pribadi yang lebih baik.

Secara gamblang, cara ini bukan untuk menghakimi atau menyalahkan diri sendiri.

Melainkan sebuah bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan proses #pengembangandiri.

Artikel lainnya: Cara Mengenal Diri Sendiri.

Ada 3 tahapan penting yang harus kita lalui dalam melakukan introspeksi diri sendiri.

Tahapan ini tentu bertujuan agar kita memiliki dan melatih kesabaran dalam mengikuti proses.

Ingin tahu lebih lanjut cara introspekdi diri yang tepat, ikuti tahapannya dalam penjelasan berikut.

Cara Paling Tepat Melakukan Introspeksi Diri Sendiri - Self Development Series

Tahap pertama: Memahami dan Menyadari Kelemahan Diri

Introspeksi diri harus kita awali dengan sikap rendah hati. Proses ini biasanya dilakukan penuh kesadaran.

Kita menyadari bahwa kita tidak luput dari kekeliruan atau kesalahan.

Misalnya kita kita memiliki kelemahan mendengar yang efektif, belajarlah menjadi pendengar yang baik.

Biasanya orang yang sombong tidak mau melakukan evaluasi diri karena selalu merasa benar.

Akibat yang ditimbulkan ialah tidak mengalami perkembangan.

Sikap yang paling menonjol/dominan adalah menyalahkan orang lain, situasi atau bahkan menyalahkan Tuhan atas kegagalannya.

Artikel lainnya: 5 cara mencintai diri sendiri dengan langkah yang tepat.

Memahami bahwa introspeksi diri merupakan titik kritis yang berarti kita memiliki sikap waspada dan antisipasi.

Kemampuan untuk menjaga diri dan mewaspadai situasi sebelum terjadi hal-hal
yang fatal.

Tahap kedua: Jadwal/Agenda Kegiatan Introspeksi Diri

Berhubungan dengan jadwal atau agenda, kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan.

Kapan waktu yang tepat dan apa saja dalam diri kita yang perlu dievaluasi?

Pertama, sebelum melakukan pekerjaan berbuat sesuatu. Ada pepatah mengatakan, bahwa orang yang hendak membangun
menara pasti akan memperhitungkan anggaran biayanya.

Langkah awal yang harus dilakukan, bagaimana rencana dan kesanggupan atau sumber-sumber yang kita
miliki.

Kedua, ketika melakukan pekerjaan atau berbuat sesuatu. Tujuan introspeksi disini adalah untuk pencegahan.

Mencegah agar tidak terlanjur lebih jauh, jika ternyata didapati ada kekeliruan dalam melakukan sesuatu.

Contohnya, Mengikuti bisnis money game, yang didapati merugikan banyak pihak terkait.

Beberapa hal yang perlu dievaluasi meliputi metode dan cara melakukannya, asumsi dan pandangan umum, pengetahuan dan keahlian yang digunakan.

Proses ini berupa antisipasi titik kritis dan beberapa langkah perbaikan jika diperlukan.

Ketiga, setelah melakukan pekerjaan atau berbuat sesuatu. Pepatah bijak mengatakan bahwa Pengalaman merupakan guru yang terbaik.

Nah, introspeksi diri disini bermanfaat untuk tindakan perbaikan, penyempurnaan atau recovery jika terjadi kekeliruan.

Tujuannya adalah untuk menghindari agar tidak terjadi kesalahan berulang dikemudian hari.

Pengalaman masa lalu menjadi sebuah pembelajaran agar kedepan kita tidak mengulang kesalahan yang sama.

Istilah umumnya menghindarkan diri agar tidak terjerumus pada lobang yang sama.

Salah satu ebook motivasi yang sayang untuk dilewatkan adalah Bengkel Pikiran. Dimana kita bisa menemukan Rahasia Hidup Sehat, Sukses, Bahagia melalui Kekuatan Pikiran.

Tahap Ketiga: Proses pembelajaran menuju pribadi yang lebih baik

Seperti yang kita tahu bahwa introspeksi diri bukan berarti bersikap menghakimi atau menyalahkan diri sendiri.

Melainkan sebagai bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan proses #pengembangandiri.

Kecenderungan orang yang sulit melakukan introspeksi diri menunjukan sikap kekanak-kanakan.

Dalam proses ini, kedewasaan dan kematangan pribadi lahir dari keterbukaan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri sendiri.

Cara melakukan instropeksi diri adalah sebuah proses menyelami dan melihat ke dalam diri sendiri.

Nah pada waktu melihat diri sendiri inilah, kita harus benar-benar jujur agar menghasilkan introspeksi diri yang tepat.

Terakhir, mulailah hidup baru dengan memperbaiki kesalahan masa lalu, kemudian berpikir ke depan dengan segala sesuatu yang baik.

Maka jadikanlah hari ini sebagai momentum pembaharuan untuk menjadi
pribadi yang sukses, dan lakukan introspeksi diri dengan cara yang tepat.

Kesimpulan:

Introspeksi diri yang paling baik adalah bersikap jujur pada diri sendiri. Inti dari proses ini mewajibkan kita untuk mengetahui apa yang benar dan apa yang salah.

Untuk mengetahui apa yang benar kita bisa belajar agama kepada orang yang tepat.

Selain itu dapat pula belajar dari seorang sosok yang layak untuk diteladani seperti seorang motivator.

Membaca buku atau ebook tentang Pengembangan diri dan self improvement, dari buku itu kita ada mendapati berbagai ciri orang yang baik dan bagaimana cara melakukannya.

Kemudian bandingkan semua hal diatas dengan diri kita sekarang. Nah pada waktu melihat kedalam diri sendiri inilah kita harus jujur.

Yang perlu diingat bahwa, mendengarkan masukan dari teman dan orang-orang  disekeliling kita bermanfaat, namun tidak selamanya benar.

Demikian pembahasan kali ini tentang introspeksi diri sendiri dan cara yang tepat dalam melakukannya.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat untuk Anda terlebih dalam proses #pengembangandiri.

Sumber:
Wikipedia, Yahoo Answer dan Facebook Renungan.

9 Comments

  • kalau prinsip saya, Belajar Dari Masa Lalu untuk Hidup Sekarang dan Berharap untuk Masa Depan.
    Menghapus Masa Lalu, Menghadapi Masa Kini dan Menata Masa Depan 🙂
    itu yang selalu saya ingat ketika saya sedang berintrospeksi diri 🙂

    • daniel berkata:

      Super sekali……salut saya dengan cara berpikirnya…..makasih udah menambah warna dalam artikel ini

    • anonymous berkata:

      kadang kan…
      kita mau berubah.. didepan akan ada pengampunan…
      itu saat dimana kita memang benar2 tidak sadar dgn kesalahan kita dan kita sadari itu kesalahan fatal..

      skg kondisinya, kita sadari itu kelemahan kita, bukan lagi kesalahan yg dr gak sadar jd sadar.. tp kita benar2 sadar itulah diri kita..

      jika sudah ditahap ini..

      mau berubah rasanya sulit..

      sebab timbul pemikiran :
      apakah ada pengampunan dan peneriaman diujung sna?

  • hanibi abna berkata:

    Yang paling berat itu saat prosesnya menuju yang lebih baik mas setelah introspeksi diri. Misal kita sdh tahu rokok itu merugikan diri sendiri tp hny sekedar tahu tp proses ingin berhentinya tidak ada usaha sama sekali. Banyak yg spt itu … Introspeksi diri tnp diikuti niat dan usaha utk merubah mjd lebih baik, hasilnya hny putus asa biasanya. Btw nice post kang

    • daniel berkata:

      Nasihat yang super, saya ingat ketika merokok 5 tahun yang lalu, niat saya berheti begitu kuat dan usaha juga kuat, puji tuhan akhirnya sampai saat ini saya terbebasa dari rokok mas…

      • hanibi abna berkata:

        Wah, berarti sama dong kang, saya juga berhenti merokok bahkan tanpa resep apapun.. Resepnya hny niat dan usaha, lambat laun berhenti sdr…

  • Billy berkata:

    Bagaimana jika kita sudah tau bahwa kita salah dan kita sudah ada niatan untuk memperbaikinya namun kita lupa dan kadang khilaf

    • daniel berkata:

      kalau terus berulang bukan khilaf lagi mas tapi udah keterlaluan….selama ada niat untuk memperbaiki diri, maka jalan akan selalu terbuka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.