DIAM BUKAN BERARTI TAK MAMPU

Diam memang memiliki sejuta makna atau sejuta arti, itulah ungkapan yang
sering dialamatkan tentang sifat seseorang yang pendiam. Adalagi ungkapan lain
yang berhubungan dengan diam, “Diam adalah Emas”. 

Ungkapan ini biasanya untuk
sering digunakan untuk seseorang yang sedang menyimak pembicaraan lawan
bicaranya. Ungkapan lain tentang diam adalah “Diam bukan berarti tak Mampu”. Nah
ungkapan ini biasanya digunakan untuk menandakan orang yang tidak menyombongkan
dirinya terlebih akan apa yang dimilikinya terutama yang berhubungan dengan
kecakapan kerja dan kemampuan intelektual. Sejatinya diam memiliki dua sisi
yaitu sisi positif dan sisi negatif.

Dalam
kesempatan kali ini mari kita lihat bersama apa sih sebenarnya makna diam, atau
menandakan apa sebenarnya orang yang diam. Sebelum kita membahas lebih lanjut,
ijinkanlah saya menjelanskan definisi tentang diam menurut sumber referensi
online. 

Diam adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mengeluarkan suara atau
tidak sedang berbicara. Diam merupakan jalan terakhir jika bersuara sudah tidak
didengar. Cara ini biasanya dilakukan untuk menunjukan reaksi menyimak dengan
seksama apa yang sedang orang lain bicarakan.


Menurut
saya, diam itu merupakan suatu keadaan dimana seseorang mampu untuk
mengendalikan situasi. Dengan diam seseorang berupaya untuk bertahan terhadap
segala kemungkinan. 

Seseorang yang diam tidak serta merta dikategorikan tidak
mampu, ada kemungkinan bisa lebih mampu melampaui apa yang orang lain pikirkan.
Saat hening, orang cenderung diam untuk merenungkan kembali apa yang baru saja
dialaminya. Situasi ini sangat cocok untuk mengumpulkan kekuatan yang berpusat
dari pikiran, pada saat yang sama pula seluruh aktivitas otot dan otak bisa
untuk rileks.

Pada
saat otot dan otak rileks, seluruh kendali tetap ditangan Anda. Anda juga tetap
sadar dan bisa mengendalikan diri secara penuh. Diam memang mengandung berbagai
tafsir namun yang pasti arahkan pikiran ke arah yang positif agar reaksi Anda
juga ikut positif. Asal jangan pula diam-diam menghanyutkan, karena akan
berbahaya untuk Anda.
Saat
ini, Saya lebih memilih untuk diam namun bukan berarti tidak berbuat apa-apa. Untuk
suatu pembelajaran yang optimal, diperlukan sikap diam karena didalam diam ada
kesempatan untuk menyimak dan mencerna informasi yang kita terima. 

Setelah informasi
diterima secara penuh barulah dicerna atau diolah kemudian disampaikan dalam
bentuk kata-kata yang tertuang lewat tarian jari-jari yang meliuk-liuk diatas
keyboard sehingga menghasilkan kumpulan kalimat yang mengandung arti. Dari kumpulan
kalimat tersebutlah tersingkap sebuah kandungan atau makna yang dapat
menggambarkan situasi yang sedang dialami.

Jadi
apa yang hendak Anda lakukan jika dihadapkan pada sebuah pilihan? Apakah Anda
langsung menelan lantas memuntahkannya tanpa memperdulikan akibat yang
ditimbulkan? Atau Anda akan mencernanya lalu mengolah sesuai keinginan dan
kemampuan Anda sambil menuangkannya dalam sebuah kalimat?

Jawabannya tentunya
hanya Anda yang tahu, namun satu hal yang Anda harus tahu “Diam bukan berarti
tak Mampu”.

Sekian
share dari saya tentang Diam bukan berarti tak Mampu, semoga Anda mendapat pencerahan dan menjadi Kisah Kisah Inspirasi untuk Anda setelah membaca sampai
selesai.

2 Comments

  • geejhon berkata:

    Seperti kata pepatah, Diam adalah Emas. Hehe…

    Sukses selalu mas Daniel..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.