Baca Disini Inspirasi liburan seru

Kembang Api Tahun Baru Selalu Menggelora Dalam Hati Ku Menyambut Pergantian Tahun

Kembang api, suara terompet masih sangat
identik dalam perayaan menyambut tahun baru. Kali ini kembang api dan suara
terompet pun turut saya nyalakan dan selalu menggelora dalam hati.
Tahun 2015 dalam hitungan jam akan segera
berakhir dan kita memasuki Tahun 2016. Kita semua (bagi yang merayakan)
tentunya bersuka cita menyambut pergantian tahun.
Happy New Year – Selamat Tahun Baru
2016, kemudian kembang api tahun baru dan terompet mulai meliputi seluruh
angkasa.
Happy, Gembira dan Senang (bukankah maknanya sama?) itu yang
tergambar dalam benak semua orang yang hendak menyambut pergantian tahun. Bagaimana
dengan Anda, apa yang Anda lakukan untuk menyambut pergantian tahun?
Tentunya berbagai cara dan perayaan untuk
menyambut pergantian tahun telah dipersiapkan sedemikian rupa.
Tadi pagi, di sepanjang perjalanan
dari rumah menuju kantor yang jaraknya sekitar 50 KM, saya mulai melihat
pemandangan yang sudah tidak asing.
Apa itu? Deretan jagung manis yang
dijual dan sejumlah panggung hiburan yang dipersiapkan oleh berbagai pihak untuk
memeriahkan pergantian tahun. Ada pula terompet, kembang api dan sejumlah
petasan mulai dipajang.
Sembari menunggu waktu pergantian
tahun, bakar-bakar jagung dulu, pas detik detik pergantian tahun, kembang api
dan suara terompet mulai menghiasi indahnya langit malam. Semoga tidak turun
hujan!

Memaknai
Pergantian Tahun

Masing-masing orang tentu berbeda
dalam memaknai tahun yang akan berakhir dengan menyambut tahun yang baru. Namun
apapun cara yang dilakukan, tentu tidak salah jika kita mereview kembali
perjalanan selama 365 hari ditahun 2015.
Kita memang tidak mampu lagi untuk
mengingat setiap peristiwa yang terjadi setiap harinya, karena lebih dari separuh
waktu kita setiap harinya dilakoni dengan aktivitas rutin seperti
istirahat/tidur, makan-minum, mandi, berdoa, bekerja, dan dijalanan.
Dibalik itu semua tentu ada peristiwa
dalam hidup kita yang paling berkesan. Entah itu kejadian yang menyenangkan ataupun
kejadian yang mengharukan bahkan menyedihkan sekalipun.
Yang terjadi dalam hidup hidup kita
masing-masing, cukup diri kita sendiri yang menyimpannya dan tidak dibagikan kepada
siapapun.
Kita tidak perlu mengingat yang
buruk sebagai momok yang menakutkan melainkan sebagai guru terbaik dan anggap
saja sebagai pelajaran penting.
Demikian pula dengan kejadian yang
menggembirakan, tidak lantas membuat kita lupa bersyukur apalagi sampai terlena
dan menjadi orang yang sombong dan angkuh.

Pikiran
Ibarat Sebuah Tas

Semua peristiwa yang kita alami
tentunya ada yang masih tertinggal dalam pikiran kita. Jika pikiran diibaratkan
sebuah tas, maka isi tas saat ini hampir penuh (bahkan penuh sesak), entah
diisi dengan berbagai hal baik yang dibutuhkan maupun yang tidak baik.
Selektiflah dalam memilih, buang
segala macam isi tas yang sudah tidak berguna lagi (tidak diperlukan), karena
ini akan semakin membuatnya menjadi tambah sesak. Jika sedikit berkurang dan
yang tidak berguna sudah dibuang, maka kita pun siap mengisinya dengan yang lebih
positif dan berdaya guna.
Demikian halnya dengan
pikiran/memory/ingatan kita, bersihkan dari segala hal yang tidak baik dalam pikiran
kira (tuangkan sedikit demi sedikit) agar kita bisa mengisinya dengan sesuatu
yang baru yang tentunya positif.

Tahun
Baru Bersama Niat & Harapan

Saya yakin bahwa ditahun yang baru
(tahun 2016), harapan, cita-cita, tujuan (goal) serta impian hidup kita akan
semakin bergelora. Layaknya suara terompet tahun baru yang menggema dan membahana
memenuhi semua ruang dan waktu.
Luruskanlah niat kita untuk menjadi
jauh lebih baik ditahun yang baru, dengan menggunakan cara baru yang lebih
kreatif.
Tataplah tahun baru dengan penuh
harapan, agar apa yang kita rencanakan dapat berhasil dengan baik.
Pencapaian yang spektakuler kita
pertahankan, yang masih kurang kita tingkatkan dan yang gagal wajib kita
sukseskan.

Selamat menyambut Tahun Baru 2016 dengan
harapan, cita-cita, tujuan (goal) dan impian hidup yang diliputi suka cita dan
damai sejati. Semoga Tuhan senantiasa menyertai langkah kita, Amin.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.