Mau Cepat Sampai Gunakan Jalan Tol Bukan Jalan Pintas

Dalam
hidup selalu banyak pilihan, sangat tergantung dari sudut pandang kita dalam
melihat dan memaknainya. Mau cepat atau lambat, mau besar atau kecil, mau
sebentar atau lama, mau untung atau buntung, mau iya atau tidak. Semua sangat
tergantung pada pilihan kita.
Baca
dulu: Cara
Menumbuhkan Rasa Percaya Diri yang Hilang.
Sebagai
contoh, jika ingin jalan yang bebas dan anti macet makan lewatlah di jalan Tol.
Kenapa lancar dan bebas hambatan, karena untuk lewat disitu kita harus membayar
sejumlah uang, sebagai bayaran atas fasilitas yang kita nikmati.
Ada
lagi nih, kalau mau sukses kita harus memadukan antara ketekunan, kerja keras dan
kesabaran. Tidak ada jalan instant untuk meraih kesuksesan, semua butuh proses
dan proses butuh yang namanya kesabaran.
Kemudian,
jika kita ingin menikmati kualitas yang baik dan hasil yang baik pula tentu
kita tidak bisa mengandalkan yang gratisan. Akan jauh lebih baik cara berbayar
alias premium member.
Lain
lagi, jika kita ingin meningkatkan aset bukan dengan cara mengikuti investasi
yang mengimingi profit margin hingga 50% perbulan. Yang ada profit margin 50%,
kemudian invesasi awal nggak bakalan kembali, untungnya dimana? Dari pada
merana mending pilih berinvestasi di sektor properti, reksadana atau logam
mulia.
Mau Cepat Sampai Gunakan Jalan Tol Bukan Jalan Pintas

Mau
pinter, kadang kita harus berani ngeluarin yang namanya uang untuk dapatin
ilmu. Kalau ngandalin ilmu dari yang gratisan sih hasilnya juga ntar gratisan
lho.

Mau
langsung panen? Langsung aja beli kebun yang udah berbuah, bulan depan pasti
panen, tapi jangan lupa abis panen tambahin pupuk lagi biar buahnya makin
banyak.
Inti
dari itu semua ialah sebuah pilihan. Pilihan yang kita ambil sangat
mempengaruhi hasil yang akan kita dapat. Disadari atau nggak, inilah yang kita
alami setiap hari.
Kita
harus melek dalam menentukan pilihan, biar hasilnya nanti nggak salah apalagi
jadi penyesalah. Selain melek, kita wajib dalam keadaan sadar alias tidak
sedang pingsan. Selain itu, dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang
sebelum menjatuhkan pilihan.
Baca
juga: Gagal Move
On ke Next Level.
 

Tips Dalam Menentukan Pilihan

Dalam
mengambil keputusan dan memutuskan satu pilihan kita musti mempertimbangkannya,
berikut kiat dalam menentukan pilihan:
  1. Sebelum memutuskan, tentunya dipikirin
    dulu dong mas.
  2. Setelah mikir, ya buat pilihan ngapain CUMI=Cuma Mikir.
  3. Dengarkan suara hati mu, karena suata
    hari menuntun kita pada pilihan terbaik.
  4. Jika dihadapkan pada 2 pilihan atau
    lebih, maka pilihlah kemungkinan resiko terendah/terkecil, untuk menghindari
    penyesalan dan kegalauan.
  5. Masih ngeblank juga? Mungkin curhat ke
    pasangan atau sahabat adalah jalan terbaiknya.
  6. Masih nggak bisa juga? Ada baiknya
    segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat, barang kali ada yang nggak
    beres dengan pola pikir Anda.
  7. Yang terpenting dan utama adalah action,
    karena sebaik apapun keputusan yang kamu pilih, nggak akan ada artinya juga
    sih.
  8. Masih bingung juga? Udah, mending
    tutup browser mu dulu, log out dari semua akun sosmed mu, matikan semua smartphone,
    dan tidurlah mumpung udah malem nih.

6 Comments

  • Betul sekali mas, banyak kecelakaan itu mengambil jalan pintas yang berbahaya. Bukan hanya membahayakan bagi dirinya sendiri tapi membahayakan ke orang lain juga.

    • daniel berkata:

      Tepat sekali mas Adam, itu semua perlu dipertimbangkan, kalau ada jalan yang aman dan cepet ngapain repot milih jalan pintas

  • Jejen Zaenudin berkata:

    Terima kasih telah berbagi mas. mengambil keputusan memang membutuhkan keberaniaan,

    • daniel berkata:

      Selain keberanian, juga dibutuhkan perhitungan yang matang mas

  • Isrofi Achmad berkata:

    Hidup memang adalah pilihan, dan disitu kita harus memilih dijalur manakah yang akan kita tempuh untuk menuju destinasi dari apa yg igin kita capai dengan segala konsekwensinya.

    • daniel berkata:

      Yupz…terkadang kita selalu membayangkan terlebih dahulu, kemudian setelah menjalani barulah kita menyadarinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.