Baca Disini Inspirasi liburan seru

Menelisik Product Life Cycle Dan Kesiapan Untuk Berbenah

Menelisik
Product Life Cycle Dan Kesiapan Untuk Berbenah
– Setiap
orang, produk maupun organisasi tentu memiliki sebuah tahapan-tahapan serta
proses perjalanan dalam kehidupannya.  Tahapan
tersebut dimulai dari peluncuran awal/pendirian, perkembangan, setelah itu
berkompetisi dan berjuang hingga akhirnya melewati persaingan tersebut dan
menyebar luas dan meraih kejayaan. Tahapan demi tahapan inilah yang biasanya di
sebut Product Life Cycle (Siklus Hidup Produk).
Berdasarkan
pemahaman inilah kita semua wajib meyakini bahwa setiap produk/organisasi tentu
memiliki masa kepopuleran (kejayaan), dan proses-proses tadi tentu secara tidak
langsung memaksa atau tidak memasak untuk melakukan sebuah inovasi atau
perubahan agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Baiklah
sobat blogger semua, sebelum kita menelisik lebih jauh tentang Product Life Cycle dan Kesiapan Untuk
Berbenah
, ada baiknya siapkan dulu minuman dingin. Tujuannya adalah untuk
menyegarkan otak serta meredam cuaca yang sedang panas agar segala penelusuran
kali ini dapat memberi makna buat Anda semua.
Product Life Cycle: Grafik Siklus Hidup Produk/Organisasi

Product
Life Cycle itu apa ya?
Product Life Cycle (dalam
bahasa Indonesia Siklus hidup produk) merupakan siklus hidup suatu produk/
organisasi dengan tahapan-tahapan proses perjalanan hidupnya mulai dari peluncuran awal (soft launching), peluncuran resmi (grand launching), perubahan
dari target awal, lalu mulai berjuang dan berkompetisi dengan produk-produk
yang sejenis, hingga melewati persaingan dan kompetisi produk memiliki tingkat
penerimaan/ penjualan/ distribusi yang luas dan tersebar.
Dalam konteks organisasi siklus hidup
suatu organisasi menjadi organisasi yang dihargai dan memiliki kredibilitas
yang tinggi. Setelah mencapai puncaknya maka produk akan turun dengan alamiah.
Perubahan citra produk/ organisasi lalu dilakukan untuk mendukung inovasi dan
menghindari penurunan drastis akibat kejenuhan produk. Jangka waktu titik jenuh tidak
saja ditentukan dari jenis produk tapi bisa dilihat menggunakan indikator
seperti penjualan produk, komplain yang tidak tertangani, distribusi dll.
Untuk memperpanjang siklus hidup
produk dapat dilakukan upaya-upaya seperti: mendidik pasar, beriklan,
menjaganya dengan penjualan dan sebagainya. Ada juga istilah daur ulang siklus produk yang diterapkan untuk
menarik proyek dari penurunan dengan memperbaiki atau dengan perubahan lainnya,
seperti pengemasan ulang dan pemotongan harga.

Perubahan
itu apa sih?
Perubahan
merupakan suatu proses peralihan atau pergantian untuk menyesuaikan diri agar
dapat mengikuti kondisi yang kita inginkan. Perubahan selalu mengarah ke arah
yang lebih baik dan tentunya perlu waktu dan pengorbanan untuk melakukan
perubahan.
Perubahan
itu ada yang terjadi dengan rencana yang matang naum ada pula yang terjadi
karena keadaan yang memaksa. Dalam kondisi apapun, sejatinya kita memiliki
kesiapan untuk berbenah agar selalu up to date atau menyesuaikan keadaan.
Salah satu
contoh perubahan adalah kondisi yang kita alami sekarang di era digital. Sekitar
5 tahun yang lalu, kita belum terlalu memikirkan bahwa era digital akan menjadi
semakin marak dan memaksa kita untuk melakukan perubahan. Contoh lainnya adalah
perubahan dari yang super ribet menjadi sangat praktis. Bayangkan saja,
berbelanja tidak perlu membawa uang, akan tetapi cukup dengan satu kartu.
Baca
juga artikel tentang Keterampilan
Memperkirakan
 

Mengapa
sih kita wajib berubah dan menyesuaikan diri?
Alasannya
sangat sederhana, jika kita tidak berubah maka kita akan ditinggalkan dan
ketinggalan kereta. Namun perubahan sesungguhnya adalah sebuah perubahan yang terencana
dan dapat menjadi tolak ukur keberhasilan.
Perubahan
adalah sarana untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi apapun yang akan kita
hadapi. Bila tidak berubah kita akan sulit untuk menyesuaikan diri.
Salah satu
makhluk hidup yang paling mampu untuk menyesuaikan diri dan cepat beradaptasi
adalah semut. Konon kabarnya semut sudah ada sejak zaman binatang purba dan
hingga saat ini semut masih dapat hidup, itu karena mereka mampu beradaptasi
dan menyesuaikan diri dengan keadaan.
Demikian
pula segala sesuatu yang ada dibumi ini, semuanya mengalami proses perubahan. Salah
satu contoh perubahan adalah komputer, zaman dahulu komputer membutuhkan tempat
yang luas untuk penyimpanan, sementara sekarang cukup dalam genggaman.

Hubungan
antara Product Life Cycle dengan perubahan:
Berhubungan
dengan siklus produk, sejatinya proses ini selalu berputar seperti roda, kadang
diatas namun ada kalanya berada dibawah. Untuk menjaga agar kelangsungan siklus
hidup produk, cara terbaik adalah melakukan pembenahan dan perubahan.
Baca juga
6
Alasan Yang Mewajibkan Blogger Untuk Bertransformasi

Kesimpulan:

Product
Life Cycle merupakan proses alamiah yang biasa terjadi baik terhadap suatu produk,
organisasi, perusahaan, maupun suatu profesi. Terjadinya Siklus inilah yang
menjadi pedoman bagi kita untuk memiliki Kesiapan Untuk Berbenah. Salah satu
cara untuk mensiasati siklus produk ini adalah melakukan Inovasi.

Jadi sobat
blogger, sudah siapkah Anda menghadapi sebuah siklus hidup produk dan bagaimana
dengan kesiapan kita untuk berbenah?
Salam Sukses,
08.03.2015-12.00
Sumber:
Wikipedia

Tags:
16 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.