metode pembelajaran online

Paradoks Prosedural Yang Menjadi Ancaman

Paradoks Prosedural Yang Menjadi AncamanHalo sobat
blogger semua, kali ini admin akan sedikit mengulas tentang Paradoks Prosedural. Bagi Anda yang baru
bergabung bersama kami, dan belum mengikuti postingan sebelumnya, silahkan
dibaca Strategi
Kepemimpinan, Mengamankan Diri dan Runtuhnya Peradaban
.
Paradoks Prosedural
hanyalah sebuah istilah kata yang saya ciptakan dan dapatkan sendiri untuk
menggambarkan seseorang yang memiliki ketaatan prosedur untuk menyelesaikan
tugas dan pekerjaan yang berorientasi pada prosedur bukan hasil. Namun sebelum
kita masuk pada pembahasannya, ada baiknya kita simak penjelasan singkat
berikut ini tentang Paradoks dan Prosedur.
Sebenarnya Paradoks itu maksudnya apa ya Gan?

Paradoks adalah suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis (apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan
kemudian; dasar pemikiran; alasan; asumsi; kalimat atau proposisi yg dijadikan
dasar penarikan kesimpulan di dl logika)
,
yang diakui kebenarannya, yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba
pada suatu konflik atau
kontradiksi.
Sebuah “Paradoks adalah
sebuah pernyataan yang betul, atau
sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan
dengan intuisi. Biasanya, baik pernyataan dalam pertanyaan tidak termasuk
kontradiksi, hasil yang membingungkan bukan sebuah kontradiksi, atau
“premis”nya tidak sepenuhnya betul (atau, tidak dapat semuanya
betul).
Jadi singkatnya Paradoks
itu adalah suatu situasi yang timbul dari sejumlah keadaan yang dianggap benar
sebagai landasan pengambilan kesimpulan yang diakui kebenarannya yang bertolak
dari pernyataan dan akan tiba pada suatu konflik.
Kata Paradoks seringkali digunakan dengan kontradiksi,
tetapi sebuah kontradiksi oleh definisi tidak dapat benar.  Banyak paradoks dapat memiliki sebuah jawaban,
meskipun banyak yang tetap tak terpecahkan, atau hanya terpecahkan dengan
perdebatan. Dan juga istilah ini digunakan untuk situasi yang mengejutkan
seperti Paradoks Ulang Tahun.
Nah, kalau Prosedur
maksudnya apa Gan?
Jadi gini, Prosedur itu merupakan serangkaian aksi
(tindakan) yang spesifik, aksi (tindakan) yang harus dijalankan atau
dieksekusi dengan cara yang sama agar selalu memperoleh hasil yang sama dari
keadaan yang sama (contohnya prosedur kesehatan dan keselamatan kerja).
Singkatnya, Prosedur mengindikasikan
rangkaian aktivitas, tugas-tugas, langkah-langkah, keputusan-keputusan,
perhitungan-perhitungan dan proses-proses, yang dijalankan melalui serangkaian
pekerjaan yang menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan, seperti produk
atau sebuah akibat. Sebuah prosedur biasanya mengakibatkan sebuah perubahan.
Prosedur dapat diartikan juga :
  • Intruksi atau serangkaian
    perintah yang menunjukkan bagaimana menyiapkan atau membuat sesuatu
    dengan cara yang benar.
  • Alogaritma, dalam
    matematika dan ilmu komputer merupakan serangkaian operasi atau
    perhitungan untuk menyelesaikan tugas tertentu.
  • Standart Operational Prosedur (
    SOP) dan masih banyak lagi pengetaian prosedur  yang lain.
Bagaimana penjelasannya,
apa bisa di mengerti? Kalau belum
silahkan  dibaca sekali lagi!!!.
Kita tinggalkan sejenak
penjelasan mendetil tentang Paradoks dan Prosedur menurut versi Kang
Wiki
, kini kita bergeser sedikit pada Paradoks Prosedural.

Nah, kalau Paradoks Prosedural
apaan lagi Gan?

Paradoks
Prosedural
itu hanya suatu istilah kata yang timbul dari hasil pemikiran
dan permenungan saya selama 7 hari 7 malam, hehehehe becanda kali. Paradoks Prosedural adalah serangkaian
perintah untuk melakukan sesuatu yang dianggap benar, sehingga timbulah sebuah
situasi  dan keadaan yang dianggap benar
pula sebagai landasan pengambilan kesimpulan yang berujung pada timbulnya
konflik.
Dalam keseharian, kita
sering melakukan hal ini baik dalam bekerja, bergaul, dalam keluarga maupun
didalam masyarakat. Istilah ini biasanya sering saya gunakan untuk
menggambarkan seseorang yang taat pada prosedur dalam melakukan pekerjaan, hasil
kerja/kinerja bukan menjadi tolak ukur keberhasilan akan tetapi mengacu kepada
prosedur.
Sejatinya prosedur itu
dibuat oleh manusia yang sudah barang tentu memiliki kelemahan jika tidak di
sesuaikan. Untuk itulah kita sering mendengar bahwa UUD itu di amandemen
(perubahan) karena sudah tidak relevan dengan situasi sekarang ini.
Sebagai contoh, pada
saat kita sedang mengendara kita wajib mentaati peraturan dan rambu lalulintas.
Pada saat di tikungan biasanya ada garis (marka) panjang tanpa putus-putus yang
artinya bahwa kita dilarang untuk mendahului kendaraan didepan kita meskipun
jalannya merayap.
Dalam hal ini kita sudah
mengikuti prosedur berkendara yang benar akan tetapi hasilnya tentu kita akan
berjalan semakin lambat sampai tujuan. Alangkah baiknya bila tidak ada
kendaraan berlawanan arah didepan kita, langsung saja kita selip kendaraan yang
jalannya lambat tadi setelah itu kita kembali lagi kejalur yang benar dan
melaju dengan mulus. Tentu hal ini sudah terlebih dahulu melalui perhitungan
yang benar matang.
Kesimpulannya:
Paradoks Prosedural
merupakan tindakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan memilih resiko
terkecil, yang berorientasi pada prosedur yang standart namun terkadang
mengabaikan hasil. Hasil menjadi nomor kesekian, yang terpenting keadaan tetap
aman dan prosedur dijalankan dengan benar.
Dalam kondisi tertentu,
orang yang menganut prinsip ini akan membahayakan (menjadi acaman) bagi dirinya
sendiri maupun orang lain, terlebih jika menduduki jabatan strategis. Alasannya
sederhana, sebuah tindakan pasti mengandung resiko, terlepas dari resikonya besar
maupun kecil, jadi diperlukan keberanian untuk menciptakan gebrakan yang
menggetarkan dan membahana bukan kebijakan tanpa keringat.
Catatan:

Paradoks
Prosedural
ini hanya merupakan istilah kata yang belum diakui
keberadaannya, mungkin tidak akan Anda dapatkan dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesias. Anda boleh menggunakan istilah kata lain untuk menggambarkan maksud
yang sama seperti yang sama uraikan diatas.
Seperti biasa, bila Anda
memiliki istilah lain yang dapat digunakan untuk menggambarkan situasi diatas,
sudilah kiranya berbagi disini melalui kolom komentar, terima kasih atas
apresiasi dan partisipasi Anda.
Jika artikel ini
bermanfaat dan memberi Anda inspirasi, silahkan bagikan melalui sosial media. Caranya
mudah, cukup klik tombol sosial media yang Anda inginkan Facebook, Twitter
maupun Google Plus.
Agar
Anda tidak ketinggalan Artikel Terbaru dalam Blog Catatan Inspirasi, Anda bisa
berlangganan artikel melalui RSS Feed dengan mengisikan alamat email pada sidebar
kanan atas.
Salam by Admin Catatan
Inspirasi

42 Comments

  • yanto cungkup berkata:

    saya juga sering melakukan hal ini mas,o jadi itu menurut mas daniel namanya Paradoks Prosedural toh

    • daniel berkata:

      ya, seperti itulah kang yanto….saya memang sedang suka bereksperimen

  • Mbak Erna berkata:

    lincah juga ya idenya bang daniel 🙂

    • daniel berkata:

      terima kasih….tapi maaf saya tak ada uang receh….hahahaha…hanya sekedar berbagi aja mbak erna

  • Nindi Azzahra berkata:

    menarik nih,bisa membuat istilah sendiri tapi berbobot 🙂 setelah membaca postingannya setidaknya saya sedikit tau arti dari kata Paradoks Prosedural.:)

    • daniel berkata:

      Terima kasih atas apresiasinya, semoga semakin rajin berkunjung ke sini ya

  • Sucipto Kuncoro berkata:

    menarik gan.. dalam bertindak harus utamakan SOP, bukan hasil ya 🙂

  • Roli supiawan berkata:

    Nyimak dulu gan 🙂

  • devina putri berkata:

    menarik mas,hasil eksperimennya bagus 🙂

  • Mbak Erna berkata:

    berkunjung silahturrahmi dan mencari receh 🙂

    • Mbah dinan berkata:

      hhhaaahhhh…apa tuh mbak? heheheeee

  • Mbah dinan berkata:

    yah ada baiknya kita memahami paradoks prosedural bang…yang penting asal jangan terjebak dengan dokmatisme sistem, karena sistem yang dijalankan juga harus fleksibel, artinya bisa berjalan sesuai dengan keadaan, perlakuan, dan pemikiran. banyak orang yang selalu memikirkan hasil, sementara paradoks prosedural mementingkan menjalankan sistem yang benar untuk mencapai keberhasilan, namun kalau dokmatisisme sistem itu kaku yang akhirnya bisa menghancurkan proporsi kinerja dan tidak berbanding lurus dengan hasil pada akhrinya…

    maaf ya gan ini hanya masukan…tapi intinya saya setuju pada kerja yang menitik beratkan pada sistem kerja yang mapan dan baik. karena untuk mencapai sukses itu bukan seberapa hasil yang didapatkan, namun seberapa benar dan faham kita akan suatu yang kita kerjakan….maka hasilnya juga akan memuaskan….ok makasih atas pencerahannya.

    • daniel berkata:

      yang menjadi ancaman sebenarnya adalah dokmatisme sistem gan, akhirnya segala tindakan dan aturan diterapkan secara monoton dan tidak fleksibel….

      Sistem kerja yang mapan juga oke kok

    • bagus sekali….

  • Marnes Kliker berkata:

    wah saya cuma sering denger istilah paradoks prosedural ini, tapi kurang begitu paham arti secara luasnya… dan setelah baca postingan ini mayanlah ada pencerahan… makasi mas atas sharingnya 🙂

  • Ainnul Yaqin berkata:

    baru ngehh saya paradoks prosedural ini jujur baru tahu sekarang nama + penjelasannya haha mengenaskan sekali bukan saya ?

  • Menarik sekali nih kang Daniel atas Paradoks Prosedural, ini tentunya berdasarkan algoritma dan pemikiran kita sendiri ya ? trims kang, menambah wawasan saya akan Paradoks Prosedural ini . . .

    • daniel berkata:

      saya senang dgn tantangan dan sering melakukan percobaan….apalagi utk artikel

  • liataja berkata:

    Bahasanya tinggi dan tampak seorang yang cerdas. Semoga tulisan2 anda dapat menginpirasi banyak orang

  • bagus sekali mas referensinya…
    paradoks prosedural, dua suku kata yang memiliki arti yang besar,,
    terima kasih mas atas waktu dan ilmunya… jadi tau disini…

    • daniel berkata:

      Terima kasih pula atas apresiasinya, dan terima kasih juga telah meluangkan waktu ke sini untuk berbagi…

    • sama-sama mas,, tetap berkarya dan jangan pernah sungkan untuk membagikan ilmunya ya mas…

    • daniel berkata:

      Iya, apa yang saya miliki dan saya ketahui akan saya bagikan melalui postingan disini…

  • Wong Crewchild berkata:

    kalo dijawa istilahnya alon-alon asal slamet… 🙂

    wawasan baru buat saya mas, istilah paradoks prosedural ini,
    meskipun untuk tindakan sebenarnya sering kita alami sehari-hari

    • daniel berkata:

      Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mampir di sini dan berkomentar yang membangun…..

  • Cilembu thea berkata:

    jadi antara paradok dan prosedural adalah sebuah tindakan orang yang saling berlawanan yang sangat tajam jika antara paradok danprosedural di bentrokkan dan bersamaan kejadiannya ya pak, Paradok sepertinya orang yang suka mencari-cari pembenaran yang jika ditanyakan kedalam hati pelaku paradok tersebut bahwa benar mengakui bahwa tindakannya itu bertentangan dengan intuisi umum dan menyalahi aturan dan tidak prosedural…saya sotoy kan?

    betewe yang onlinenya tiap saya kesini mencapai 208 online…ih keren banget deh kan?..hehehe

    • daniel berkata:

      Sebenarnya saya juga bingung ni kang, soalnya pageview saya perhati sekitar 200, dikit kan…kok bisa ya yang online sampe segitunya….apa scrip saya yang slah ya….

  • Pernyataan yang betul
    Pasti menjadi unggul
    Dari yang terpantul
    Disekian banyak sampul

    • daniel berkata:

      Ini pantun sepertinya…wah wah wah, saya ga bisa bales pantun…

      trims atas apersiasinya mbak

  • Achmad Fazri berkata:

    Bagus juga nih mas, Menyatukan istilah paradoks dan Prosedural, Sehingga menjadi dasar pemikiran yang sangat baik sekali dan bisa memberikan pengetahuan dasar yang berharga buat saya…
    Waktu kuliah dulu istilah paradoks biasa diartikan menjadi hal-hal yang bertentangan namun sama-sama benar..dan biasa diucap kalo sedang berdebat.. Nah disini saya jadi tau bener istilah tersebut.

    • daniel berkata:

      Iya, semoga menjadi inspirasi. Terima kasih pula atas apresiasinya

  • Ninik Setyarini berkata:

    saya juga bingung sama istilah2 seperti ini,
    makasih infonya 🙂

    • daniel berkata:

      Berangkat dari kebingungan inilah saya menyempatkan diri untuk mempelajari istilah2 kata…maklum jarang juga saya menggunakannya.

      Terima kasih atas kunjungannnya Mbak Ninik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.