Pengertian Pembelajaran: Definisi, Jenis & Metode, Strategi dan Materi Pembelajaran

pengertian pembelajaran

Apa yang dimaksud dengan Pembelajaran? Pengertian pembelajaran merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Pembelajaran identik dengan adanya siswa/i (sebagai peserta didik) dan guru (sebagai pendidik).

Pembelajaran juga merupakan proses interaksi siswa dengan pendidikan dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Pembelajaran juga merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada siswa.

Dengan belajar manusia bisa mengembangkan potensi-potensi yang dibawa sejak lahir. Tanpa belajar manusia tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhannya tersebut.

Kebutuhan belajar dan pembelajaran dapat terjadi dimana-mana, misalnya di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kebutuhan manusia akan belajar tidak akan pernah berhenti selama manusia ada di muka bumi ini. Hal itu disebabkan karena dunia dan isinya termasuk manusia selalu berubah.

Pada dasarnya, pembelajaran bertujuan untuk pengembangan diri siswa/i didik baik disekolah maupun diluar sekolah.

Pengembangan diri merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan apa yang dimiliki oleh siswa sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Menurut Sanjaya (2009:161): Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

 

Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli

Diatas kita sudah menjelaskan sedikit tentang pembelajaran, sekarang mari kita lihat pendapat sejumlah ahli mengenai pembelajaran, simak terus.

Syaiful Sagala (61: 2009)

Menurut Syaiful Sagala (61: 2009) pengertian pembelajaran adalah “membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan”. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan pihak guru sebagai pendidik., sedangkan belajar oleh peserta didik.

Corey

Menurut Corey pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seeorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku dalam kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah “proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkontruksikan pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran.

Oemar Hamalik (239: 2006)

Menurut Oemar Hamalik (239: 2006) pembelajaran adalah “suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran”. Dari teori-teori yang dikemukakan banyak ahli tentang pembelajaran, Oemar Hamalik mengemukakan 3 (tiga) rumusan yang dianggap lebih maju, yaitu:

  • Pembelajaran adalah upaya mengorganisasikan lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.
  • Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik.
  • Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Baca Juga:  Apa Itu Generasi Milenial dan Bagaimana Cara Mereka Menjalankan Bisnis dan Kehidupan

Gagne, 1988

Pembelajaran merupakan seperangkat peristiwa yang dapat mempengaruhi objek didik sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar dapat terjadi (Gagne, 1988),

Pribadi, 2009

Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang agar dapat mencapai kompetensi yang diinginkan. Melalui proses belajar seseorang dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang lebih baik. Proses belajar pada dasarnya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi personal (Pribadi, 2009:21).

Sadiman, (1986:2)

Menurut pendapat Sadiman, dkk., (1986:2) “Belajar (learning) adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak ia masih bayi sampai ke liang lahat nanti.”

Belajar dapat terjadi di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di tempat ibadah, dan di masyarakat, serta berlangsung dengan cara apa saja, dari apa, bagaimana, dan siapa saja. Salah satu tanda seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya.

Perubahan tingkah laku tersebut meliputi perubahan pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), dan perubahan sikap atau tingkah laku (afektif).

Warsita, 2008

Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri peserta didik sesuai dengan perkembangan dan lingkungannya (Warsita, 2008:62). Menurut Pribadi (2009:10) menjelaskan bahwa, “Pembelajaran adalah proses yang sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya aktivitas belajar dalam individu. Sedangkan pembelajaran menurut.”

Gegne

Sedangkan menurut Gegne (dalam Pribadi, 2009:9) menjelaskan “pembelajaran adalah serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan debgan maksud untuk memudahkan terjadinya proses belajar.”

Warsita

Pembelajaran (instruction) adalah suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik (Warsita, 2008:85).

Sadiman dkk, 1986

Dalam pengertian lain, pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri peserta didik (Sadiman dkk, 1986:7).

Depdiknas (dalam Warsita, 2008:85)

Menurut Depdiknas (dalam Warsita, 2008:85) “Dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang Sikdiknas Pasal 1 Ayat 20, Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.” [sumber]

Berdasarkan sejumlah pendapat mengenai pembelajaran menurut para ahli, disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu interaksi aktif antara guru yang memberikan bahan pelajaran dengan siswa sebagai objeknya. Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang didalamnya terdapat sistem rancangan pembelajaran hingga menimbulkan sebuah interaksi antara pemateri (guru) dengan penerima materi (murid/siswa).

 

Proses dan Tujuan Pembelajaran

Pengertian proses pembelajaran antara lain menurut Rooijakkers (1991:114): “Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan belajar mengajar menyangkut kegiatan tenaga pendidik, kegiatan peserta didik, pola dan proses interaksi tenaga pendidik dan peserta didik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar dalam kerangka keterlaksanaan program pendidikan”

Sedangkan menurut pendapat Winkel (1991:200): “proses pembelajaran adalah suatu aktivitas psikis atau mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap”.

Dari kedua pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran adalah segala upaya bersama antara guru dan siswa untuk berbagi dan mengolah informasi.

Baca Juga:  Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli dan Karakteristiknya

Harapannya, pengetahuan yang diberikan bermanfaat dalam diri siswa dan menjadi landasan belajar yang berkelanjutan, serta diharapkan adanya perubahan-perubahan yang lebih baik untuk mencapai suatu peningkatan yang positif yang ditandai dengan perubahan tingkah laku individu demi terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.

Sebuah proses pembelajaran yang baik akan membentuk kemampuan intelektual, berfikir kritis dan munculnya kreatifitas serta perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu.

Tujuan pembelajaran sebenarnya adalah untuk memperoleh pengetahuan dengan suatu cara yang dapat melatih kemampuan intelektual para siswa dan merangsang keingintahuan serta memotivasi kemampuan mereka (Dahar, 1996:106).

Tujuan pembelajaran dibagi menjadi tiga kategori yaitu: kognitif (kemampuan intelektual), afektif (perkembangan moral), dan psikomotorik (keterampilan).

Hal semakin ini diperkuat oleh pendapat Blomm yang membagi tiga kategori dalam tujuan pembelajaran yaitu: 1. Kognitif, 2. Afektif, 3. Psikomotorik (Nasution, 1998:25). [sumber]

Baca juga: pengertian karya Ilmiah.

 

Jenis dan Metode Pembelajaran

Menurut Sanjaya (2010:147) “metode adalah cara yang digunakan untuk melengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.”

Menurut Hasibuan dan Moedjiono (2013:3) “metode adalah alat yang dapat merupakan bagian dari perangkat alat dan cara dalam pelaksanaan suatu strategi belajar mengajar.”

Menurut Warsita (2008:273) “Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.”

Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang dapat dilakukanoleh guru atau pendidik. Pendidik atau guru memilih metode yang tepat disesuaikan dengan materi pelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Metode pembelajaran yang dapat digunakan antara lain metode presentasi, metode diskusi, metode permainan, metode simulasi, metode bermain peran, metode tutorial, metode demonstrasi, metode penemuan, metdoe latihan, dan metode kerja sama.

Dalam Warsita (2008:273), “macam-macam metode pembelajaran antara lain: metode ceramah; metode pembelajaran terprogram; metode demonstrasi; metode imitasi; metode diskusi; metode drill/praktikum dan lain-lain.

Dengan demikian, didalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.” Berikut penjelasan lengkap tentang metode pembelajaran, simak terus.

1.Metode demonstrasi

Metode demonstrasi merupakan sebuah metode yang dilakakuan oleh pengajar dengan cara mencontohkan terlebih dahulu kepada siswa. Misalnya, seorang pengajar menyampaikan materi vokal dalam bentuk bernyanyi yang baik dan benar. Pengajar memberikan contoh bernyanyi dengan baik sesuai dengan apa yang disampaikannya kepada siswa.

Menurut Sutikno (2009:96) Metode demonstrasi adalah metode membelajarkan dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan yang sedang disajikan.

2.Metode Imitasi

Imitasi dapat diartikan sebagai tiruan. Namun menurut Horst Gunter (dalam Mi’raj, 2009:17), Gunter mengemukakan bahwa “imitasi meliputi tindakan mendengar, dan mengamati keterampilan-keterampilan teknik dan artistic (posisi tubuh, pernafasan, diksi, interpretasi) dalam bernyanyi.

3.Metode Ceramah

Metode ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan. Metode ceramah menurut Hasibuan dan Moedjiono (1993:13) menjelaskan bahwa:

Metode ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan. Pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah merupakan seuatu cara belajar-mengajar dimana bahan disajikan oleh guru secara monologue sehingga pembicaraan bersifat satu arah.

Baca Juga:  Jelaskan Pengertian Kritik menurut Para Ahli

4.Metode Latihan/Drill

Metode latihan penyampaian materi pengajarannya melalui proses latihan untuk menanamkan suatu kebiasaan. Menurut Sagala (2005:217) mengemukakan bahwa:

Metode latihan (driil) atau metode training merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan

 

Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan suatu cara, taktik, atau siasat. Sanjaya (2008) menjelaskan bahwa “Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan sisa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien”.

Sedangkan menurut pendapat Faturrohman dan Sutikno (2008:14) strategi pembelajaran adalah “kegiatan guru-murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan”.

Dari dua pendapat diatas terdapat perssamaan dari mengenai pengertian strategi pembelajaran. Secara garis besar diartiakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan dan dikerjakan oleh guru dan siswa agar proses belajar mengajar dapat mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang telah ditentukan.

Zain dan Djamarah berpendapat bahwa ada strategi dasar dalam pembelajaran yang meliputi hal-hal berikut:

  1. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajarnya.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau criteria serta standar keberhaasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi haasil kegiatan belajar.

 

Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang sangat penting dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran.

Materi pembelajaran adalah kajian yang harus disampaikan oleh pengajar dengan bentuk bahan ajar dalam berlangsungnya proses pembelajaran untuk mencapai sebuah pembelajaran.

Menurut Zamroni (2008:152), “Untuk mengupayakan agar siswa memiliki pemahaman awal tentang materi yang akan dibahas, sebaiknya bahan pembelajaran diberikan kepada siswa sebelum berlangsungnya kegiatan belajar dan pembelajaran.

 

Kesimpulan

Sekarang kita sudah mendekati bagian akhir dari pembahasan ini. Jika kita rekap, maka pembahasan kita tentang pembelajaran mencakup hal-hal berikut ini:

  1. Pengertian pembelajaran adalah suatu proses interaksi aktif antara guru yang memberikan bahan pelajaran dengan siswa sebagai objeknya.
  2. Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang didalamnya terdapat sistem rancangan pembelajaran hingga menimbulkan sebuah interaksi antara pemateri (guru) dengan penerima materi (murid/siswa).
  3. Tujuan pembelajaran dibagi menjadi tiga kategori yaitu: kognitif (kemampuan intelektual), afektif (perkembangan moral), dan psikomotorik (keterampilan).
  4. Metode pembelajaran terdiri dari metode ceramah; metode pembelajaran terprogram; metode demonstrasi; metode imitasi; metode diskusi; metode drill/praktikum dan lain-lain.
  5. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan sisa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.
  6. Materi pembelajaran adalah kajian yang harus disampaikan oleh pengajar dengan bentuk bahan ajar dalam berlangsungnya proses pembelajaran untuk mencapai sebuah pembelajaran.

Demikianlah ulasan tentang pembelajaran ini, semoga dapat memperkaya wawasan Anda khususnya para mahasiswa ilmu keguruan atau calon guru yang menjadi penopang pendidikan kita kelak.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.