Popularitas Angkutan Bus Mulai Meredup

Popularitas angkutan umum
berupa bus antar kota dalam provinsi di kalbar sinarnya kini sudah mulai
meredup. Saat ini sudah mulai jarang ditemui kendaraan berupa bus yang melintas
disepanjang jalan yang menghubungkan kota-kota kabupaten diKalbar dengan kota Provinsi
yaitu Pontianak. Jika kita flashback kebelakang yaitu sekitar 10 tahun yang
lalu, angkutan bus masih sangat digemari untuk berpergian baik jarak dekat
maupun jarak jauh. Kala itu angkutan bus menjadi primadona untuk kalangan
penumpang yang hendak berpergian menuju kota pontianak atau sebaliknya. 

Dulu jarak
antara bus yang 1 dengan yang lain sekitar 15 menit, namun kini bisa berkisar
antara 2 hingga 3 jam baru ada bus yang lewat. Warga yang memilih menggunakan
bus kala itu merasa  aman ketika
berpergian, selain itu tidak ada transportasi umum lain yang bisa digunakan jadi
pilihan satu-satunya adalah bus. Selain penumpang umum, banyak pula anak
sekolah yang menggunakan jasa angkutan bus untuk berangkat ke sekolah maupun
pulang dari sekolah menuju rumah. Tarif yang dikenakan masih sangat terjangkau
bahkan berdasarkan jarak tempuh penumpang.

Minimnya pengguna jasa angkutan
umum jenis bus terkadang dimanfaatkan oleh sebagian oknum sopir untuk ikut
antri bbm jenis solar untuk dijual kepada penampung. Ada juga yang memilih
memarkir armadanya ketimbang narik bus untuk mencari penumpang yang hendak
berpergian, karena tidak akan mendapati penumpang dihari-hari biasa. Angkutan bus
mulai kembali digunakan ketika menjelang hari raya tiba. 

Kini sudah banyak pula
pengusaha bus yang mulai beralih ke angkutan mobil pribadi atau yang biasa
dikenal taksi service.  Berdasarkan penuturan
beberapa orang sopir yang kini beralih ke taksi service, lebih menjanjikan hasilnya
ketimbang menggunakan angkutan bus. Selain itu untuk memperoleh penumpang lebih
mudah karena penumpang bisa langsung memesan ke operator dikantor atau langsung
memesan lewat sopir. 

Berdasarkan pantauan saya
beberapa waktu lalu di Terminal Batu Layang Pontianak, jumlah bus yang mangkal
untuk menunggu dan mengangkut penumpang yang hendak  menuju luar kota pontianak jumlahnya sudah
mulai berkurang. Banyak faktor yang mengakibatkan angkutan umum jenis yang satu
ini mulai ditinggalkan oleh penggunanya, salah satunya adalah lamanya durasi
waktu yang diperlukan untuk menjangkau suatu tempat karena sewaktu-waktu
penumpang bisa naik atau turun disepanjang jalan. Jadi ketika perlu cepat atau
buru-buru bisa sangat menghambat perjalanan. 

Faktor lain adalah rendahnya
kualitas armada angkutan jenis ini juga ikut berkontribusi. Kendaraan sudah
banyak yang menua dan keropos seiring perjalanan usia kendaraan. Kondisi bus
yang digunakan untuk mengangkut penumpang juga sangat memprihatinkan, bahkan
ada bus yang kacanya diganti dengan plastik dan lantainya pun banyak yang
keropos. 

Pada kesempatan kali ini
saya akan sedikit mengulas beberapa faktor penyebab redupnya popularitas
angkutan bus antar kota dalam provinsi di Wilayah Kalbar, antara lain:
  1. Kelangkaan
    BBM jenis Solar
Tidak
bisa dipungkiri jika kelangkaan solar sangat memperngaruhi maju mundurnya
industri angkutan jenis bus. Secara umum kelangkaan ikut berpengaruh terhadap
rendahnya kesejahteraan pengelola usaha angkutan bus maupun jasa ekspedisi
karena biaya operasional ikut membengkak. Disetiap Stasiun Pengisian Bahan
Bakar Umum atau SPBU Solar sangat langka namun di kios-kios masih bisa ditemui tetapi
harganya sudah tinggi. Jika di SPBU harga solar subsidi saat ini Rp.
5.500,-/liter sedangkan dikios harganya mencapai Rp. 9.000,-/liter. Hal ini
menyebabkan pengelola angkutan bus pelan-pelan mulai beralih ke armada yang
berbahan bakar premium atau mobil pribadi jenis minibus.

Belum
lagi ditambah perawatan kendaraan yang ikut bertambah jika membeli solar
dikios, hal ini diakibatkan rendahnya kualitas solar. Jika tidak teliti dalam
memilih kios tempat untuk membeli solar bisa jadi dapat solar yang telah dioplos
yang dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Keadaan ini justru akan semakin
memperparah keadaan pengelola angkutan bus, akan tetapi masih ada juga pengelola
atau supir angkutan bus yang masih setia dan tidak mau banting setir ke usaha
yang lain meskipun untungnya sedikit alasannya ialah tidak memiliki keahlian
lain dan usaha ini sudah turun temurun digeluti.
  1. Kalah
    bersaing dengan Taksi Service
Penumpang
adalah Raja jadi setiap keinginan penumpang harus dipenuhi, kira-kira itu
harapan yang harus dipenuhi oleh penyedia jasa transportasi kalau ingin tetap
eksis. Jika dibandingkan kenyamanan berpergian menggunakan bus atau taksi
service, maka sebagian besar akan memilih taksi service. Tarif yang dibayarkan
oleh penumpang berbanding lurus dengan kualitas pelayanan serta kenyamanan yang
diberikan kepada penumpang. 

Didalam taksi service penumpang bisa beristirahat
dan menikmati perjalanan tanpa harus berdesakan dengan penumpang lainnya ketika
menggunakan bus. Selain itu layanan yang diberikan sangat mumpuni, setiap
penumpang diantar jemput sampai didepan rumah. Sudah jelas layanan ini tidak
bisa bersaing dengan bus yang hanya menurunkan penumpang sampai diterminal,
halte bus, atau paling banter didepan komplek/depan gang.  Pemesanan Taksi service pun sangat mudah,
cukup melalui operator atau langsung menghubungi sopir pasti dijemput. 

Calon
penumpang rela membayar sedikit lebih mahal tapi mengutamakan keselamatan dan
kenyamanan saat berpergian. Perbedaan tarif antara taksi service dan bus sangat
jauh namun kualitasnya pun sangat sebanding. Selain kualitas armada dan layanan
yang mumpuni, waktu yang diperlukan sangat berbeda jauh. Jika menggunakan taksi
penumpang lebih menghemat waktu, jadi semakin menguntungkan bagi penumpang yang
sangat sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk menunggu.
  1. Maraknya
    Usaha Rental Mobil
Untuk
memperoleh kendaraan yang nyaman saat hendak berpergian bersama keluarga kini
sudah sangat mudah bahkan semudah mencari makanan. Harganya pun sangat
terjangkau, untuk menyewa 1 X 24 Jam cukup mengeluarkan uang Rp. 250.000,-
mobil sudah bisa dibawa untuk jalan-jalan. Usaha rental mobil sudah marak bak
jamur dikala hujan, baik dikota pontianak maupun disetiap kota kabupaten di
Kalbar. Media pemasaran yang dipilihpun beragam, mulai dari offline sampai
pemesanan online bahkan bisa pesan lewat telephone dan sms. 
Fenomena
ini juga menjadi penyebab langkanya pengguna jenis angkutan bus, orang-orang
lebih memilih menyewa mobil ketika hendak berpergian atau berlibur bersama
keluarga karena waktunya lebih fleksibel dan bisa kapan saja. Untuk pergi
kemana saja bisa dilakukan asalkan bisa mengendara mobil dan jalan yang hendak
dilalui pun layak. Selain hemat waktu, menggunakan mobil sewaan juga lebih
nyaman dan aman ketimbang menggunakan bus.
  1. Sepeda
    Motor Menjamur
Untuk
mendapatkan sepeda motor baru sekarang telah banyak kemudahan yang disiapkan oleh
dealer sepeda motor untuk memenjakan konsumen. Mulai dari uang muka dan
angsuran murah, banyak pilihan jenis sepeda motor, hingga kemudahan untuk
memperoleh fasilitas kredit sepeda motor. Setiap orang kini telah hampir
memiliki motor, mulai dari pelajar hingga para orang tua gemar mengendarai
sepeda motor. Selain irit BBM, sepeda motor merupakan kendaraan pribadi yang
murah dan mudah untuk dimiliki. 

Untuk berangkat kekantor, kesekolah, kepasar
hingga untuk jalan-jalan santai orang lebih memilih sepeda motor. Bahkan untuk
mudik dengan jarak yang jauh masih ada sebagian orang yang memilih menggunakan
sepeda motor dibandingkan menggunakan bus.

Semakin
menjamurnya sepeda motor juga ikut berkontribusi dalam menghambat laju popularitas
angkutan bus. Orang yang dulunya memilih bus kini pelan pelan mulai beralih
menggunakan sepeda motor, alasannya adalah banyak kemudahan untuk memiliki
sepeda motor dan waktu yang diperlukan relatif singkat untuk menjangkau suatu tempat,
bahkan jalan gang yang sempit sekalipun bisa dilalui. Pengendara sepeda motor tidak
perlu repot menunggu bus dihalte ketika hendak berpergian belum lagi berdesakan
didalam bus yang telah penuh.
Demikian sharingnya, tentang Popolaritas Angkutan Bus Mulai
Meredup
, semoga kisah ini dapat menjadi Inspirasi kita bersama dalam memilih model
transportasi yang layak dan cocok serta aman untuk digunakan sehari-hari. Semoga
artikel ini dapat menjadi Inspirasi untuk para pembaca sekalian.

4 Comments on “Popularitas Angkutan Bus Mulai Meredup”

  1. Sebenarnya Angkutan umum jenis ini memang tidak mampu bersaing, selain servicenya yang kurang memuaskan, berpergian menjadi tidak menyenangkan. Namun masih ada juga si yang tetap setia…jangan khawatir pak sopir….

    1. Trims atas kunjungan dan komentarnya gan, secara garis besar bisnis akan berjalan lancar jika dikelola dengan baik dan tentunya konsumen mendapatkan kepuasan dan kepercayaan konsumen tetap terjaga dengan rapi.

      Salam sukses

  2. salam kenal dan salam persahabatan. mdh2an informasi kami ini bermanfaat,
    Kami "My Bike" khusus merentalkan sepeda mtb,
    dimana kami perkirakan sepeda ini mungkin bisa bermanfaat
    buat tamu untuk jalan-jalan di kota bandung dan sekitarnya.
    Baik itu untuk car free day, wisata kota, jalan-jalan (pagi, sore, malam), cross country, dll.
    Adapun untul lebih jelasanya kilk aja, http://rentalsepeda.com.
    thx …

    1. Salam kenal kembali dan salam persahabatan.

      Silahkan aja Mas asalkan berkah juga buat yang lain….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.