Rahasia Jitu Cara Menghilangkan Rasa Takut Mati, Kamu Wajib Baca Ini!

cara menghilangkan beban pikiran dan stres

Cara menghilangkan rasa takut mati — Ada kalanya pada momen-momen tertentu, kita dihadapkan pada ketakutan akan kematian. Ketakutan akan kematian ini muncul karena beberapa alasan, diantaranya adalah:

  • Saat menyaksikan keluarga atau kerabat yang meninggal
  • Saat menyaksikan jenazah yang akan dikebumikan
  • Saat menyadari balasan setelah kematian, dan konsep surga dan neraka,  dan banyak lagi alasan yang lain.

Ketakutan yang berlebihan akan kematian, sangat mungkin akan berdampak pada rutinitas kita setiap harinya. Setiap harinya kita akan merasakan ketakutan, merasakan kekhawatiran, dibayang-bayangi siksa kubur, sehingga dalam keadaan takut tersebut produktivitas akan menurun. Memang, ingat mati adalah sesuatu yang wajar dan dianjurkan. Namun, tidak lantas menjadi bayang-bayang yang menghantui.

Artikel lain: 10 Cara benar dalam melakukan negosiasi dalam berbagai situasi.

Jika ketakutan akan kematian melanda, ada baiknya jika kita bersegera mengatasinya dengan cara sebagai berikut:

Menyadari mindset bahwa kematian pasti akan terjadi kepada siapa saja

Ya, langkah pertama adalah menyadari bahwa ini adalah  fase yang akan dilewati oleh siapa saja, kapan pun dan dimanapun. Tidak hanya saya, tetapi juga kamu, kalian dan semua ciptaan pasti akan kembali kepada yang menciptakan.

Menyadari bahwa ini pasti terjadi pada siapa saja adalah sebuah keharusan. Sehingga, nantinya dalam praktisnya kita akan merasa bahwa kita hanya pelaku dari sebuah skenario yang sudah digariskan. Tidak ada kepatutan pada kita untuk sombong, dan untuk berbangga diri apalagi berbuat buruk pada yang lain. Karena, ujungnya, kita semua akan mati.

Sibukkan dengan hal yang positif dan produktif

Setelah menyadari bahwa kita semua akan mati, selanjutnya adalah mengambil langkah apa yang semestinya kita ambil. Ada dua pilihan:

  • Stagnan dan merenungi kematian sehingga hari-hari dipenuhi ketakutan
  • Ataukah sadar akan kematian lalu beranjak mengisi sisa usia dengan hal yang bermanfaat dan produktif.

Dari kedua pilihan di atas, agaknya kita tidak ingin mati konyol dengan menghabiskan waktu setiap hari terjebak dalam ketakutan. Bukan kenyamanan yang kita dapat, namun akan sangat rawan stres dan depresi.

Mempelajari apa saja bekal kematian dan apa saja aktivitas yang dianjurkan dalam agama adalah penting. Lalu, kita isi hari-hari sesuai dengan rutinitas yang direkomendasikan itu. Jadilah, hari-hari kita menjadi hari yang menyenangkan dengan aktivitas yang menyegarkan pikiran. Kita mengumpulkan bekal untuk berpulang, namun tidak dengan cara depresi.

Kurangi perilaku yang tidak dianjurkan dalam agama

Selanjutnya adalah kurangi perilaku yang tidak dianjurkan dalam agama. Kejahatan maksiat dan dosa pada dasarnya hanya membuat orang resah. Kurangi hal negatif tersebut yang tujuannya adalah agar seimbang antara perasaan takut akan kematian yang kita miliki, dengan persiapan yang kita siapkan sebagai bekal.

Wujudkan cita-cita mulia baik itu dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun dalam lingkup yang lebih luas lagi. Tekan keinginan untuk berbuat negatif sejak dari dalam hati dan jaga selalu kebersihan hati, lisan dan tingkah laku.

Perbanyak intropeksi diri

Salah satu penyebab runyamnya hubungan dengan sesama adalah banyaknya aktivitas mengoreksi orang lain. Hindari kebiasaan tersebut dan perbanyak membaca ke dalam sebagai bentuk kontrol  atas diri sendiri. Introspeksi adalah aktivitas yang dianjurkan. Ini adalah momen membaca ke dalam diri sendiri yang diikuti dengan kontrol untuk selalu meningkatkan perbuatan baik dan menghindari kejahatan.

Kurangi kebiasaan menyendiri

Saat sedang sendiri, terkadang pikiran lari kemana-mana, termasuk memikirkan hal-hal yang tidak semestinya dipikirkan. Hindari kebiasaan menyendiri yang terlalu intens. Sah-sah saja jika rutinitas menyendiri itu untuk tafakkur, namun tidak semestinya kebiasaan menyendiri itu dilakukan terlalu sering. Apalagi jika kebiasaan tersebut berujung pada stres dan depresi karena memikirkan sesuatu yang menakutkan seperti halnya kematian.

Singkatnya, cara menghilangkan rasa takut mati diantaranya adalah dimulai dari kesadaran  diri sendiri yang diikuti dengan sikap untuk selalu berbuat baik. Selanjutnya adalah dengan mengisi rutinitas sehari-hari dengan hal positif dan produktif. Ingat mati adalah sesuatu yang positif, namun jika ini tidak diimbangi dengan kegiatan positif untuk mengisi sisa umur, akan berdampak pada kesehatan jasmani, rohani dan mental.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.