Ruang Lingkup Kebersihan Menurut Pakar Dalam Agama Islam

pengertian kebersihan menurut para ahli

Banyak versi akan pengertian kebersihan menurut para ahli dari berbagai sumber yang dapat dipercaya. Namun jika berbicara pakar perihal kebersihan, jika kita bisa merujuk pada agama maka tentu akan lebih baik. Karena dalam agama Islam sendiri telah diatur masalah ini dan sangat menekankan kebersihan dengan sandaran beberapa firman Allah azza wa jalla dan hadits manusia pilihan Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wasallam.

Kebersihan itu sendiri sangat penting karena merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan. Mari simak beberapa sumber yang membahas akan kebersihan:

Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Radhiallaahu ‘anhu

Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari yang menyatakan bahwa ada dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh manusia adalah kesehatan dan waktu luang. Dari sini dapat disimpulkan bahwa allah azza wa jalla menekankan bahwa kesehatan adalah sebuah kenikmatan dari NYA. Dan kita ketahui bahwa kesehatan tidak akan tercapai tanpa kebersihan.

Tertuang dalam Undang-undang

Dalam Undang-undang nomor 32 tahun 2009 dikatakan jika lingkungan hidup di masyarakat dengan lingkungan yang baik juga sehat merupakan hak dari setiap warga. Maka dalam kehidupan bermasyarakat harus saling menjaga kebersihan demi terwujudnya sikap saling menghargai hak orang lain akan lingkungan yang bersih dan sehat.

Tertulis dalam Al-Qur’an 

Didalam Qur’an surah Al Baqarah ayat 222 dikatakan bahwa Allah Azza wa Jalla menyukai akan mereka yang bertaubat dan menyucikan dirinya. Dalam beribadah hal yang utama tentu saja kebersihan diri dan alat yang digunakan untuk ibadah seperti baju, tempat ibadah dan lainnya. Selain itu Allah Azza wa Jalla begitu menekankan kebersihan dan kesehatan agar tubuh kuat dalam beribadah, guna meraih syurga NYA, adalah dengan kesehatan badan yang bersumber dari kebersihan terlebih dahulu.

Baca Juga:  Definisi Kepemimpinan Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, Sifat dan Skill Pemimpin

Kebersihan itu sendiri dilandasi dari iman seseorang dimana semakin manusia ingin mendekatkan diri kepada sang Kholik maka ia akan terdorong untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Karena setiap ibadah yang dilakukan Allah Azza wa Jalla hanya menerima amalan yang didasari oleh kebersihan. Seperti menyikat gigi sebelum sholat malam atau membaca Al Qur’an. Serta pakaian dan tempat ibadah yang harus bersih sebelum digunakan untuk ibadah. Seperti sajadah atau mukena yang harus suci dan bersih.

Kata Thaharah dalam Al Qur’an

Kata thaharah yang berarti bersuci, dapat ditemui sebanyak 30 kata atau lebih. Ini merupakan bukti bahwa segala aspek kehidupan manusia harus selalu dalam keadaan bersih bukan hanya untuk kepentingan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla namun juga untuk kesehatan badan manusia itu sendiri.  Seperti kebersihan makanan, alat makan, lingkungan dan lainnya.

Bahkan Allah juga sangat menekankan agar makanan yang dikonsumsi masuk kedalam tubuh haruslah yang halal. Jika sudah halal maka akan terkandung bersih di dalamnya. Seperti binatang yang halal layaknya sapi dan ikan. Dalam proses memasaknya ikan dan daging harus bersih dari darah dan kotorannya. Sehingga tubuh aman dari bahaya kuman yang terkandung pada sesuatu yang tidak bersih tadi. Begitu pula seperti halnya binatang babi yang diharamkan karena babi adalah jenis binatang yang mengkonsumsi makanan kotor hingga dikhawatirkan manusia yang memakannya ikut terkontaminasi oleh kuman yang terkandung dalam tubuh babi yang selalu makan makanan yang kotor.

Sebagian dari fitrah manusia

Fitrah yang berarti asal kejadiannya manusia yang diciptakan oleh Allah Azza wa Jalla dimana ia bersih dari noda layaknya bayi yang dilahirkan. Adapun fitrah manusia itu meliputi berkhitan. Di mana anjuran berkhitan agar kuman yang terkandung dalam air seni dapat dikeluarkan seluruhnya tanpa ada yang menyangkut pada bagian kemaluan.

Baca Juga:  Pengertian Konsumen Menurut Para Ahli dan Jenis-jenisnya serta hak dan Kewajiban Konsumen

Begitu pula fitrah memotong kuku dimaksudkan agar jari yang digunakan untuk makan menjadi bersih dari bakteri dan kuman yang sering berada pada ujung kuku yang tidak dipotong. Selanjutnya fitrah mencukur kumis adalah ditujukan agar kuman dan kotoran yang mungkin menempel pada kumis tidak masuk atau terhirup kedalam hidung.

Begitu pula fitrah membersihkan bulu ketiak dan rambut kemaluan. Hal ini dimaksudkan agar kuman yang biasanya menempel pada bulu dan rambut kemaluan tidak tumbuh dan menetap pada area tersebut. Terlebih area ketiak dan kemaluan adalah area lembab yang dapat menjadikan kuman dan bakteri dapat tumbuh dan berkembang.

Demikian ulasan pengertian kebersihan menurut para ahli yang semoga dapat menjadi tambahan wawasan.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.